Ini Daerah dengan Rasio Pengangguran Terbanyak di Indonesia

Kompas.com - 27/04/2020, 14:36 WIB
Sejumlah buruh mengikuti aksi unjuk rasa menolak RUU Omnibus Law di Depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (30/1/2020). Aksi tersebut menolak pengesahan RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja sebab isinya dinilai akan merugikan kepentingan kaum buruh dengan mudahnya buruh di PHK serta pemberlakuan upah hanya bedasarkan jam kerja. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/pd. ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHASejumlah buruh mengikuti aksi unjuk rasa menolak RUU Omnibus Law di Depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (30/1/2020). Aksi tersebut menolak pengesahan RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja sebab isinya dinilai akan merugikan kepentingan kaum buruh dengan mudahnya buruh di PHK serta pemberlakuan upah hanya bedasarkan jam kerja. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/pd.

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik ( BPS) merilis data kondisi ketenagakerjaan Indonesia yang didasarkan pada Survei Angkatan Kerja Nasional atau Sakernas. Menurut badan pencatat ini, jumlah penduduk Indonesia sendiri didominasi usia produktif.

Dikutip dari data BPS, Senin (27/4/2020), jumlah angkatan kerja di Indonesia saat ini tercatat sebanyak 131.005.641 orang. Persentase penduduk yang bekerja terhadap angkatan kerja di Indonesia dicatat BPS sebesar 94,66 persen.

Untuk jumlah pengangguran tertinggi, BPS menghitung rasio pengangguran dengan TPAK (Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja) yang merupakan persentase jumlah angkatan kerja terhadap jumlah penduduk usia kerja.

Rasio lain yang dipakai BPS yakni TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) yang berarti persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.

Baca juga: Upah Riil Buruh Turun, BPS Sarankan Pemerintah Buat Kebijakan Tepat

Data terakhir yang dirilis BPS, TPAK tertinggi ditempati Provinsi Papua dengan rasio 79,11 persen. Sementara terendahnya yakni Maluku dengan TPAK sebesar 62,9 persen.

Berikutnya adalah rasio TPT, di mana posisi teratas ditempati oleh Banten dengan rasio 8,52 persen. Berikutnya provinsi Bali terendah dengan rasio 1,37 persen.

BPS juga mencatat, hampir setengah atau 49,15 persen penduduk perempuan di Indonesia yang masuk dalam usia kerja saat ini tidak menganggur alias bekerja.

Prediksi pengangguran naik tajam di 2020

Komposisi angkatan kerja RI diprediksi akan mengalami perubahan akibat wabah virus corona (Covid-19). Jumlah pekerja paruh waktu dan setengah menganggur diperkirakan akan naik tajam pada 2020.

Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean mengatakan, tingkat pengangguran pun diprediksi berpotensi naik. Adapun prediksi mengacu pada komposisi angkatan kerja berdasarkan klasifikasi sektor ekonomi jenis usaha, dan durasi jam kerja.

Baca juga: BPS: Maret 2020, Harga Beras Semua Kualitas Relatif Stabil

Saat ini 56 persen angkatan kerja Indonesia berada di sektor informal. Dari komposisi tersebut, krisis yang berciri simultan ini berpotensi menambah jumlah pengangguran terbuka sebanyak 3,5 juta hingga 8,5 juta orang sepanjang tahun 2020.

"Ini artinya tingkat pengangguran berpotensi naik dari kisaran 5,2 persen sampai 5,3 persen saat ini menjadi antara 7,7 persen dalam skala moderat dan 10,3 persen dalam skala berat," kata Adrian dalam laporannya, Rabu (22/4/2020).

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X