Kompas.com - 27/04/2020, 20:00 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri BUMN Erick Thohir saat meresmikan long span LRT Jabodebek di Jakarta, Senin (11/11/2019). KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMAMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri BUMN Erick Thohir saat meresmikan long span LRT Jabodebek di Jakarta, Senin (11/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menggelar konferensi pers virtual perdana, setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Pada konferensi pers tersebut, Budi menyampaikan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas dukungan yang diberikan selama menghadapi Covid-19.

Pria yang akrab disapa BKS itu bercerita, dukungan oleh Jokowi sudah diberikan sejak ia dinyatakan positif Covid-19, yakni pada 13 Maret 2020.

"Saat saya dinyatakan positif Covid-19, istri saya langsung ditelepon (Presiden) setengah jam, lama. Habis itu Presiden mengirim utusan," katanya dalam konferensi pers virtual, Senin (27/4/2020).

Baca juga: Setelah 2 Kali Tes PCR, Budi Karya Dinyatakan Negatif Covid-19

Selain itu, Budi juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran kabinet, khususnya kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

"Pak Luhut itu penyelamat saya. Dua hari sebelum saya sadar, dia bilang 'Budi kamu berenti bekerja dulu, kamu ke rumah sakit,' Saya confident kalau atasan saya suruh," tuturnya.

Mantan Direktur Utama Angkasa Pura II itu berterima kasih kepada Luhut karena dinilai sudah menjalankan tugas sebagai Menteri Perhubungan dengan baik.

Selain itu, dukungan juga disampaikan oleh menteri-menteri lainnya. Seperti Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi.

Budi menyebutkan, semenjak ia tersadar dalam perawatan Covid-19, Retno menjadi menteri yang paling sering menanyakan kabarnya.

"Setiap hari (berkomunikasi), mengirim selamat pagi, atau bahkan ngirim gudeg. Bukan say hello aja, tapi juga membicarakan (kebijakan) penerbangan ke Jepang, dan ke mana-kemana," ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X