Rumahkan 6.000 Pekerja, Bos Airbus Akui Bisnis "Berdarah-darah"

Kompas.com - 28/04/2020, 11:11 WIB
Sebuah pesawat Airbus A-330neo mendarat setelah melakukan penerbangan perdana, dengan helikopter merekam pendaratannya pada 19 Oktober 2017 di Bandara Toulouse-Blagnac, Perancis. AFP/PASCAL PAVANISebuah pesawat Airbus A-330neo mendarat setelah melakukan penerbangan perdana, dengan helikopter merekam pendaratannya pada 19 Oktober 2017 di Bandara Toulouse-Blagnac, Perancis.

LONDON, KOMPAS.com - CEO pabrikan pesawat Airbus dilaporkan merilis pernyataan yang megejutkan terkait dampak pagebluk virus corona terhadap bisnisnya.

Dikutip dari BBC, Selasa (28/4/2020), dalam surat kepada para pekerja, CEO Airbus Guillaume Faury menyatakan perusahaan saat ini sedang "berdarah-darah" dengan laju yang sangat cepat.

Pada bulan ini pula, Airbus mengumumkan pemangkasan produksi pesawat sebesar sepertiga.

Baca juga: Airbus Bakal Pangkas 2.300 Karyawan?

Langkah ini diambil lantaran industri penerbangan diprediksi bakal merosot secara signifikan sebagai dampak pagebluk virus corona yang menyebar di seluruh dunia.

Faury juga meminta kepada para pekerja untuk mempersiapkan diri terhadap potensi pemangkasan jumlah pegawai. Adapun saat ini jumlah pegawai Airbus mencapai 135.000 orang.

Tidak hanya itu, Faury juga menyebut keberlangsungan perusahaan terancam tanpa adanya upaya yang dilakukan dengan segera.

Pada pekan ini, Airbus dijadwalkan melaporkan kinerja keuangan kuartal I 2020.

Baca juga: Perang Dagang AS Eropa, AS Kenakan Tarif Impor 15 Persen untuk Airbus

Airbus pun telah menerapkan kebijakan cuti dengan tunjangan dari pemerintah terhadap 6.000 pekerja di Inggris dan Perancis.

Pada awal pekan ini, Airbus dan serikat pekerja telah sepakat merumahkan 3.200 pekerja produksi di pabrik yang berlokasi di Broughton, Wales. Pemerintah Inggris akan membayar 80 persen gaji mereka.

Adapun di Perancis, sebanyak 3.000 orang pekerja dirumahkan.

Selain itu, Airbus juga menyatakan bakal menurunkan kapasitas produksi pesawat berbadan ramping menjadi 40 unit per bulan.

"Kita harus bertindak saat ini juga untuk mencegah kas keluar, mengembalikan keseimbangan keuangan, dan kembali memiliki kendali atas nasib kita," ujar Faury.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber BBC
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X