Penanganan Covid-19 Efektif, Mata Uang Negara-negara Ini Terus Menguat

Kompas.com - 28/04/2020, 14:32 WIB
Orang-orang yang memakai alat pelindung diri berdiri di checkin bagasi di dalam terminal keberangkatan internasional di Bandara Melbourne Tullamarine, di Melbourne, Australia, 13 Maret 2020.  EPA-EFE/JAMES ROSS AUSTRALIA AND NEW ZEALAND OUT JAMES ROSSOrang-orang yang memakai alat pelindung diri berdiri di checkin bagasi di dalam terminal keberangkatan internasional di Bandara Melbourne Tullamarine, di Melbourne, Australia, 13 Maret 2020. EPA-EFE/JAMES ROSS AUSTRALIA AND NEW ZEALAND OUT
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Australia, Selandia Baru dan Korea Selatan merupakan sedikit negara yang dianggap mampu menahan persebaran virus corona (Covid-19) secara efektif.

Kesuksesan itu pun turut mendorong kepercayaan investor dan hal tersebut ditunjukkan melalui penguatan mata uang masing-masing negara.

Dikutip dari CNBC, dengan kegiatan ekonomi yang kembali dibuka, kurs ketiga negara tersebut bergerak menguat jika dibandingkan dengan awal tahun ketika wabah mulai memasuki kawasan Asia Pasifik.

Baca juga: Tinggal Dua Hari, Baru 10,13 Juta Orang Lapor SPT

Secara kontras, banyak negara tetangga kawasan yang masih mengalami kesulitan untuk mengontrol pandemi.

"Selandia Baru dan Australia telah sangat efektif dalam mengontrol persebaran Covid-19 dan mulai siap untuk kembali membuka ekonominya," ujar Managing Director of Foreign Exchange Strategi BK Asset Management Kethy Lien dalam keterangan tertulisnya.

Di Australia, dollar Australia terus bergerak menguat meski di sisi lain Purchasing Managers' Index (PMI) mengalami pelemahan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Pemerintah Lelang SUN Rp 62,6 Triliun dengan Cara Private Placement

Perdana Menteri Australia Scott Morrison pun mengatakan bakal membuka perekonomian yang aman sesuai dengan protokol Covid-19.

Sebagai informasi, PMI merupakan indikator ekonomi yang menunjukkan kinerja industri manufaktur.

"Fakta bahwa negara-negara ini siap untuk memulai kembali kegiatan setelah secara efektif mengendalikan COVID-19 (dan bukan sebelumnya) berarti bahwa mereka melompat dan melampaui AS dalam hal pemulihan ekonomi, yang seharusnya sangat positif untuk mata uang mereka," kata Lien.

Baca juga: Ekonomi Jepang dan Singapura Bakal Paling Parah Terdampak Corona?

Halaman:


Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.