Kompas.com - 29/04/2020, 05:25 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memberikan keterangan pers saat Coffee Morning di Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Selasa (25/2/2020). Humas Kemenko Maritim dan InvestasiMenko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memberikan keterangan pers saat Coffee Morning di Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Selasa (25/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan diketahui baru melaksanakan rapid test virus corona (Covid-19) di Istana Negara Kepresidenan, sebelum memulai rapat terbatas.

Pelaksanaan rapid test Covid-19 itu diunggah oleh sosial media Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi melalui akun resminya di Instagram dan Twitter.

"Sebagai bagian dari usaha memutus penyebaran covid-19, Menko Luhut melaksanakan rapid test di Istana Negara pagi tadi (Selasa)," tulis keterangan akun resmi @kemenkomarves, Selasa (28/4/2020).

Baca juga: Akibat Corona, Apple Diskon Harga Iphone 11 di China

Mengenakan kemeja kerah putih, lengan pendek dan celana cokelat, Luhut tampak diperiksa oleh salah satu petugas medis mengenakan hazmat atau alat pelindung diri (APD) lengkap. Setelah dilakukan rapid test, Luhut dinyatakan negatif alias tidak terjangkit virus Covid-19.

"Hasil tesnya negatif dan Menko Luhut dinyatakan sehat," tulis akun tersebut.

Sebelumnya, sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju menjalani pemeriksaan tes corona setelah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dinyatakan positif Covid-19 pada 14 Maret 2020.

Tak ketinggalan, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin juga menjalani tes tersebut.

Baca juga: Jokowi Mau Bagikan Bantuan Rp 600.000 ke Petani, Ini Rinciannya

Sebelumnya, Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto sempat mengatakan, hasil pemeriksaan Covid-19 terhadap para pejabat negara tidak akan diungkapkan.

Sebab pemeriksaan yang dijalani pejabat negara merupakan general check-up.

"Beberapa waktu lalu kita sudah periksa covid-19 pada beberapa pejabat dan perangkatnya. Pemeriksaan ini sifatnya general check-up. Oleh karena itu bukan hak kami untuk merilis," ujar Yuri dalam jumpa pers di Graha BNPB, Rabu (18/3/2020).

Baca juga: Ini Kunci Pemulihan Ekonomi yang Terdampak Covid-19

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.