Imbas Virus Corona, Pendapatan Penumpang KAI Anjlok

Kompas.com - 29/04/2020, 14:30 WIB
Ilustrasi - kereta api dari PT KAI https://kai.id/Ilustrasi - kereta api dari PT KAI

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyatakan, pendapatan penumpang harian anjlok akibat dari pandemi virus corona atau Covid-19.

Hal ini sejalan dengan menurunnya volume penumpang selama masa pandemi berlangsung.

Direktur Utama KAI Edi Sukmoro mengatakan, pendapatan penumpang harian rata-rata KAI pada kuartal I 2020 sebesar Rp 21,13 miliar.

Baca juga: Mudik Dilarang, PT KAI Batalkan Operasional KA Jarak Jauh dan Lokal Mulai Esok

Adapun puncak pendapatan harian terjadi pada tanggal 2 Januari 2020 mencapai Rp 38,82 miliar.

Namun, pendapatan penumpang harian tersebut terus tergerus seiring waktu. Bahkan, pada tanggal 31 Maret 2020, pendapatan penumpang harian KAI hanya mencapai Rp 4 miliar.

"Tanggal 31 Maret turun jadi Rp 4 miliar, karena ada penurunan penumpang, berkurang jauh. Apalagi setelah PM 25 yang tidak jadi mudik, lebih rugi lagi," ujar Edi dalam rapat dengar pendapat virtual Komisi VI DPR RI, Rabu (29/4/2020).

Lebih lanjut, Edi menjelaskan volume penumpang harian KAI juga mengalami penurunan signifikan yang mulai terjadi pada Maret 2020.

Baca juga: Ada Larangan Mudik, Begini Cara Refund 100 Persen Tiket KAI via Online

Tercatat, jumlah penumpang harian rata-rata pada kuartal I 2020 sebesar 1,2 juta penumpang, yang terdiri dari 775.501 penumpang KRL, 208.210 penumpang kereta api jarak jauh, dan 5.891 penumpang bandara.

Sementara itu, pada tanggal 31 Maret 2020 jumlah penumpang harian hanya menyisakan 275.827 penumpang.

Angka tersebut terdiri dari 226.625 penumpang KRL, 48.773 penumpang kereta api jarak jauh, dan 429 penumpang kereta bandara.

"Kalau hari ini bisa lebih turun lagi," kata Edi.

Baca juga: KAI Sulap Kereta Barang untuk Angkut Telur Ayam dari Blitar ke Jakarta

Berbeda dengan angkutan penumpang, KAI melaporkan pendapatan barang justru cenderung mengalami peningkatan.

Edi mengatakan, pendapatan angkutan barang sepanjang Maret 2020 mencapai Rp 611 miliar, meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yaki sebesar Rp 564 miliar.

"Hanya saja terhadap target masih di bawah, karena target Rp 733 miliar," ucapnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X