Imbas Virus Corona, ASDP Berpotensi Rugi hingga Rp 478 Miliar

Kompas.com - 29/04/2020, 18:09 WIB
Petugas dari PT Angkutan Sungai Danau Dan Penyebrangan (ASDP) Kota Banda Aceh melakukan penyemprotan disinfektan seluruh kapal penyebrangan dari Ulee Lheu Banda Aceh - Balohan, Sabang, Rabu (18/03/2020). Penyemprotan ini dilakukan untuk mencegah penyebaran wabah virus corona di Aceh karena di Indonesia kasus Covid-19 terus melonjak. KOMPAS.com/RAJA UMARPetugas dari PT Angkutan Sungai Danau Dan Penyebrangan (ASDP) Kota Banda Aceh melakukan penyemprotan disinfektan seluruh kapal penyebrangan dari Ulee Lheu Banda Aceh - Balohan, Sabang, Rabu (18/03/2020). Penyemprotan ini dilakukan untuk mencegah penyebaran wabah virus corona di Aceh karena di Indonesia kasus Covid-19 terus melonjak.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan, kinerja keuangan sepanjang 2020 diyakini akan mengalami kerugian akibat pandemi Covid-19.

Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry Irra Puspadewi mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan tiga skenario potensi kerugian persero pada tahun 2020.

Irra menjelaskan, meski kuartal I-2020 pihaknya masih mendulang laba sebesar Rp 68 miliar, namun ke depannya perseroan diproyeksi akan mengalami kerugian.

"Laba-rugi, menjadi rugi semua di semua skenario. Ini tidak pernah. ASDP tidak pernah rugi setelah sekian tahun," katanya dalam rapat dengar pendapat virtual, Rabu (29/4/2020).

Baca juga: Hentikan Angkutan Penumpang Hingga 31 Mei 2020, ASDP Siap Refund Tiket 100 Persen

Ketiga skenario disiapkan dengan memperhitungkan perkiraan pandemi Covid-19 selesai. Dalam skenario pertama asumsi yang digunakan adalah pandemi Covid-19 selesai Mei 2020, skenario kedua berakhir pada Agustus 2020, dan skenario ketiga berakhir pada Desember 2020.

Melalui skenario pertama ASDP memproyeksikan kinerja keuangan 2020 mengalami rugi Rp 68 miliar, skenario kedua rugi Rp 291 miliar, dan skenario ketiga rugi Rp 478 miliar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam seluruh skenario tersebut, Irra memproyeksikan kinerja keuangan perseroan membutuhkan waktu pemulihan selama 3 bulan setelah pandemi Covid-19 berakhir.

Lebih lanjut, dengan kondisi kondisi keuangan saat ini, ASDP disebut masih mampu beroperasi hingga Juni 2021.

"Jika asumsinya kami tidak mendapatkan cash in sama sekali. Tapi saya pikir tidak, karena logistik tetap jalan," kata Irra.

Potensi rugi ASDP ini sejalan dengan penurunan jumlah penumpang yang terjadi beberapa waktu terakhir.

Irra melaporkan, seluruh jenis penumpang ASDP mengalami penurunan.

"Untuk per hari ini maka produksi sudah turun semua. Jadi penumpang yang mengalami penurunan terbesar adalah pejalan kaki dan roda dua turun 30 persen, logistik turun 14 persen," ucapnya.

Baca juga: Ini Kunci Pemulihan Ekonomi yang Terdampak Covid-19

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.