Nelayan Asing Pencuri Ikan Tenggelam, KKP Kerahkan Armada Pencari

Kompas.com - 29/04/2020, 20:40 WIB
Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan-KKP kembali menangkap lima kapal ikan asing (KIA) ilegal asal Vietnam yang melakukan kegiatan penangkapan ikan di Laut Natuna Utara, Natuna, Kepulauan Riau (Kepri). Keberhasilan penangkapan para pencuri ikan tersebut disampaikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo yang turun langsung ke melihat dan mengecek di Pangkalan PSDKP Batam, Rabu (4/3/2020) kemarin. KOMPAS.COM/HADI MAULANADirektorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan-KKP kembali menangkap lima kapal ikan asing (KIA) ilegal asal Vietnam yang melakukan kegiatan penangkapan ikan di Laut Natuna Utara, Natuna, Kepulauan Riau (Kepri). Keberhasilan penangkapan para pencuri ikan tersebut disampaikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo yang turun langsung ke melihat dan mengecek di Pangkalan PSDKP Batam, Rabu (4/3/2020) kemarin.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengerahkan 4 kapal pengawas dan pesawat air surveillance untuk mencari beberapa nelayan pelaku illegal fishing yang tenggelam di laut Natuna Utara.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Tb Haeru Rahayu mengatakan, pihaknya melibatkan banyak pihak dalam pencarian, mulai dari Basarnas, TNI AL, coast guard Vietnam, dan Basarnas Malaysia.

”Di luar illegal fishing yang dilakukan, joint rescue ini merupakan bagian dari tindakan kemanusiaan dan bentuk keprihatinan atas insiden tenggelamnya KIA berbendera Vietnam tersebut," kata Tb dalam keterangan resmi, Rabu (29/4/2020).

Tb mengatakan, tim SAR gabungan lintas negara itu masih berusaha melakukan penyisiran di lokasi tenggelamnya kapal ilegal berbendera Vietnam, BD 92039 TS. Kapal tersebut tenggelam karena melakukan perlawanan ketika akan ditangkap oleh Kapal Pengawas Perikanan KKP Orca 03.

Baca juga: Ketemu Pencuri Ikan, Menteri KKP: Kenapa Curi Ikan di Indonesia?

Dihubungi secara terpisah, Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Pung Nugroho Saksono menjelaskan, pesawat air surveillance melengkapi armada pencarian.

”Selain dengan KP. Orca 03, KP. Orca 02, KP. Hiu Macan dan KP. Hiu Macan Tutul 02 yang bersama-sama dengan KMN Pulau Nipah (BAKAMLA) dan KRI Bontang (TNI AL), kami juga menggunakan pesawat air surveillance untuk melakukan penyisiran di lokasi,” papar Ipung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun hingga kini, pihaknya terus berkoordinasi dengan para tim pencari setelah peristiwa tersebut terjadi.

“Hal ini menunjukkan kita sama sekali tidak abai atas insiden kemanusiaan yang terjadi tersebut. Semua aparat di lapangan masih terus berupaya melakukan hal terbaik kaitannya dengan pencarian dan penyelamatan awak kapal yang tenggelam tersebut,” pungkas Pung.

Sebelumnya diberitakan, kapal ikan berbendera Vietnam tenggelam di Laut Natuna Utara pada tanggal 20 April 2020.

Kapal tersebut melakukan upaya perlawanan dengan manuver berbahaya dan menabrakkan kapal mereka dengan Kapal Pengawas Orca 03 yang saat itu hendak melakukan Penghentian, Pemeriksaan dan Penahanan.

Dari 6 Anak Buah Kapal (ABK) yang diinfokan, 2 orang selamat dan 4 orang lainnya hingga saat ini masih hilang.

Baca juga: Cerita Susi Pudjiastuti soal Pintarnya Mafia Pencuri Ikan...

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.