Harga Bawang Merah Naik di Atas 5 Persen akibat Produksi Turun

Kompas.com - 30/04/2020, 04:17 WIB
Petani bawang merah di Desa Sidapurna, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, tengah membersihkan bawang merah dari tanah usai dipanen, Selasa (27/8/2019) KOMPAS.com/Tresno SetiadiPetani bawang merah di Desa Sidapurna, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, tengah membersihkan bawang merah dari tanah usai dipanen, Selasa (27/8/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, harga bawang merah naik di atas 5 persen dalam satu pekan ini.

Berdasarkan informasi dari Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), lanjut Agus, harga bawang merah saat ini mengalami kenaikan akibat turunnya produksi di sentra produksi bawang merah di Brebes Jawa Tengah hingga 10 persen.

Penurunan ini terjadi karena hasil tanam yang kurang bagus dan stok panen sebelumnya mengalami kerusakan.

“Dari sisi distribusi ke Jakarta saat ini juga diinfokan ada penurunan. Pengiriman bawang merah dari Brebes ke Jakarta saat ini sebanyak 25 truk per hari dari sebelumnya 30 truk per hari. Jumlah ini berkurang 16 persen," ujarnya melalui keterangan tertulis, Rabu (29/4/2020).

Baca juga: BI: Inflasi April 0,18 Persen, Bawang Merah Jadi Penyumbang Terbesar

Di sisi lain, harga bibit bawang merah juga naik menjadi Rp 40.000-Rp 45.000 per kilogram (kg) dari biasanya Rp 20.000 per kg (naik hingga 125 persen).

Hal ini berpengaruh terhadap penurunan luas tanam sekitar 20-30 persen karena yang bisa tanam hanya petani bermodal besar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah bekoordinasi dengan Kementeian Pertanian, diketahui kenaikan harga bibit dan serangan hama cenderung lebih tinggi pada musim hujan yang tentunya berimbas juga pada harga di tingkat konsumen.

Hal ini tergambar dari penurunan pasokan bawang merah ke Pasar Induk Kramat Jati menjadi sekitar 79 ton per hari dalam seminggu terakhir, di bawah pasokan normal 98 ton per hari.

"Harga bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati saat ini Rp 42.000 per kg, tertinggi di Manokwari Rp 70.000 per kg dan terendah di Kupang sebesar Rp 30.000 per kg,” katanya.

Sebagai informasi, harga bawang merah di tingkat petani saat ini sekitar Rp 27.000-Rp 28.000 per kg, dalam posisi masih di lahan dan kondisi basah.

Potensi Panen Raya

Dari informasi Kementan, pada akhir Mei 2020 akan ada potensi panen raya di sentra produksi lainnya di luar wilayah Pantura Jawa, seperti Nganjuk, Bima, dan Enrekang.

Panen ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pasokan dan menurunkan harga mendekati atau bahkan mencapai tingkat harga wajar (Harga Acuan) Rp 32.000 per kg.

Kondisi pasokan indikatif bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati per 28 April 2020 sebesar 93 ton.

Rata-rata pasokan harian bawang merah dalam seminggu terakhir sebesar 80 ton per hari, berada di bawah jumlah pasokan normal 98 ton per hari. Dibanding seminggu lalu, harga bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati naik 8,57 persen menjadi Rp 38.000 per kg.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X