Seandainya Susi Pudjiastuti Jadi Menteri Kesehatan...

Kompas.com - 30/04/2020, 07:15 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014-2019 Susi Pudjiastuti saat menghadiri diskusi Sengketa Natuna dan Kebijakan Kelautan di kantor DPP PKS, Jakarta, Senin (20/1/2020). KOMPAS.com/ACHMAD NASRUDIN YAHYAMenteri Kelautan dan Perikanan periode 2014-2019 Susi Pudjiastuti saat menghadiri diskusi Sengketa Natuna dan Kebijakan Kelautan di kantor DPP PKS, Jakarta, Senin (20/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejak era kepemimpinannya menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan usai, nama Susi Pudjiastuti memang kerap dicatut dalam berbagai posisi. Mulai dari diisukan menjadi calon presiden 2024 sampai bos di sebuah perusahaan BUMN.

Bahkan sekarang, Susi kerap mendapat dukungan untuk menjadi salah satu menteri di Kabinet Indonesia Maju. Di masa pandemi, jabatan Menteri Kesehatan pun dikaitkan oleh pengusaha asal Pangandaran ini.

Banyak pihak berandai-andai bagaimana Susi Pudjiastuti jika menjadi menteri kesehatan dalam penanganan Covid-19 di Indonesia.

Menanggapi hal itu, Susi mengaku tak tahu banyak soal kesehatan karena background-nya adalah pengusaha di bidang kelautan dan perikanan.

Baca juga: Pengakuan Susi Pudjiastuti: Sulitnya Susi Air di Tengah Pandemi

Namun jika menjadi Menteri Kesehatan, Susi mengaku bakal bahu-membahu bersama Pemerintah Pusat hingga Pemerintah Daerah untuk mencegah penularan virus.

"Ya tentunya yang bisa saya jawab, mengefisienkan dan mengefektifkan seluruh sistem yang sudah ada di kementerian, di Pemda, di Pemerintah Pusat, sehingga penularan tidak naik dan tidak menjadi persoalan yang besar di kemudian hari," kata Susi dalam konferensi video bersama Kumparan, Rabu (29/4/2020).

Tentu saja, peran masyarakat menjadi penting dalam pencegahan pandemi. Susi pun akan menyosialisasikan secara luas tentang virus corona sejauh yang dia tahu sebagai Menteri Kesehatan, mulai dari cara penyebaran hingga risiko yang ditimbulkan bila virus itu menyerang.

"Sosialisasi kepada masyarakat, saya yakin bukan cuma saya, tapi masyarakat keseluruhan banyak yang tidak tahu dengan apa itu Covid-19, menyerangnya bagaimana? Sebuah sosialisasi yang harusnya di semua daerah, di radio, masyarakat, supaya kita jadi tahu," ujar Susi.

Menurutnya, sosialisasi secara jelas penting mengingat masyarakat Indonesia masih banyak yang menyepelekan bahaya virus Covid-19.

Dia bilang, pemerintah hendaknya tidak perlu mengeluarkan pernyataan yang membuat masyarakat Indonesia menjadi tidak hati-hati, seperti virus corona bisa mati di udara panas/tropis.

"Ada pesan, "Oh, Indonesia ini udaranya panas, Corona mati,". Ya corona mati kena matahari, Tapi di dalam badan kita mau bagaimana. Barangkali yang terpapar tidak akan sebanyak di negara dingin, iya. Tapi jangan disampaikan corona itu akan mati di udara panas," papar Susi.

"Kalau ini disampaikan, tambah lagi orang kita menyepelekan. Karena saya lihat, masyarakat kita nih kadang-kadang menyepelekan. Jadi dianggap tidak berbahaya," sambungnya.

Kendati demikian, Susi mengapresiasi langkah yang telah diambil pemerintah. Bila sempat salah mengambil langkah, hal itu masih dalam taraf wajar.

Pasalnya negara-negara di dunia pun sempat membuat kesalahan penanganan karena semuanya pertama kali menghadapi pandemi yang berbahaya seperti ini.

"Semua pemerintah di dunia ini gagu, membuat kesalahan penanganan. Tidak ada yang perfect 100 persen. Rata-rata terlambat. Saya sih lihat selama ini pemerintah Indonesia telah melakukan arahan yang benar dan ini harus dipenuhi masyarakat. Tapi PSBB harus ada penanganan sosial (bansos)," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.