Uang Beredar Maret 2020 Meningkat Jadi Rp 6.440,5 Triliun

Kompas.com - 30/04/2020, 10:54 WIB
Ilustrasi rupiah Thinkstockphotos.comIlustrasi rupiah

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) melaporkan uang beredar dalam arti luas (M2) meningkat pada Maret 2020.

Tercatat, posisi M2 pada Maret 2020 sebesar Rp 6.440,5 triliun pada atau tumbuh 12,1 persen secara tahunanan (year on year/ yoy). Posisi tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 7,9 persen (yoy).

"Akselerasi pertumbuhan M2 disebabkan oleh peningkatan seluruh komponennya, baik uang beredar dalam arti sempit (M1), uang kuasi, maupun surat berharga selain saham," tulis BI dalam keterangan tertulis, Kamis (30/4/2020).

Baca juga: Uang Beredar Selama Februari Naik Menjadi Rp 6.116,5 Triliun

Pertumbuhan uang beredar dalam arti sempit (M1) turut meningkat, dari 8,6 persen (yoy) pada Februari 2020 menjadi 15,4 persen (yoy) pada Maret 2020. Pertumbuhan disebabkan oleh pertumbuhan giro rupiah.

Sementara itu, pertumbuhan uang kuasi pada Maret 2020 meningkat, dari 7,5 persen (yoy) pada Februari 2020 menjadi 10,8 persen (yoy).

Peningkatan juga terjadi pada pertumbuhan surat berharga selain saham, dari 34,7 persen (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi 44,6 persen (yoy) pada Maret 2020.

BI menyebut, ada beberapa faktor yang memengaruhi peningkatan M2 pada Maret 2020.

"Yakni disebabkan oleh peningkatan aktiva luar negeri bersih, ekspansi operasi keuangan pemerintah, dan realisasi kredit," tulisnya.

Sebagai informasi, pertumbuhan aktiva luar negeri bersih pada Maret 2020 sebesar 13,9 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Februari 2020 sebesar 9,9 persen (yoy).

Pertumbuhan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat meningkat, dari 11,9 persen (yoy) pada Februari 2020 menjadi 14,5 persen (yoy) pada Maret 2020.

Selain itu, penyaluran kredit pada Maret 2020 meningkat sebesar 7,2 persen (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 5,5 persen (yoy).

Sebagai informasi M1 meliputi uang kartal yang dipegang masyarakat dan uang giral (giro berdenominasi rupiah).

Sementara M2 meliputi M1, uang kuasi (mencakup tabungan, simpanan berjangka dalam rupiah dan valas, serta giro dalam valuta asing), dan surat berharga yang diterbitkan oleh sistem moneter yang dimiliki sektor swasta domestik dengan sisa jangka waktu sampai dengan satu tahun.

Baca juga: Mandiri Siapkan Uang Tunai Rp 19,2 Triliun untuk Lebaran



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X