RUU Cipta Kerja Bisa Berdampak Positif untuk UMKM?

Kompas.com - 30/04/2020, 14:21 WIB
Ilustrasi UMKM shutterstock.comIlustrasi UMKM

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaku usaha mikro kecil dan menengah ( UMKM) Yuszak M Yahya meyakini RUU Cipta Kerja bisa membawa dampak positif bagi sektor UMKM.

Menurut dia, RUU Cipta Kerja ini memiliki tujuan agar UMKM bisa bersaing dengan industri besar.

“Kalau saya lihat semangatnya RUU Cipta Kerja klaster UMKM itu agar UMKM itu bisa bersaing dengan industri besar. Jadi kita betul-betul bisa bersaing," kata pemilik bisnis kuliner Serasa Food tersebut dalam sebuah diskusi virtual di Jakarta, Rabu (29/4/2020). 

Baca juga: Ini 4 Aspek Omnibus Law Cipta Kerja yang Penting untuk UMKM

"Pemerintah memberikan stimulus, satu kelonggaran buat UMKM agar supaya bisa beroperasi. Jadi saya pikir bagus. Artinya nanti program nyatanya apa itu yang masih kita tunggu," imbuhnya.

Yuszak menyatakan, ada beberapa poin yang dibutuhkan UMKM yang ada di RUU Cipta Kerja. Pertama, kemudahan perizinan, lantaran selama ini UMKM mengalami kesulitan dalam mengurus perizinan.

“Jadi memang dasar pemikirannya begini dulu, UMKM ini berbeda dengan perusahaan besar. UMKM ini sulit jika harus punya izin dulu baru beroperasi," jelas Yuszak.

Menurutnya, UMKM harus diberikan kelonggaran dalam hal perizinan. Adapun perizinan yang dimaksudnya antara lain izin edar produk, badan hukum, pengurusan legal, hingga pengurusan Amdal.

Baca juga: Ini Syarat bagi UMKM yang Ingin Dapat Kelonggaran Kredit dari Sri Mulyani

"Bagaimana perizinan Amdal itu bisa keluar tanpa tidak mengesampingkan SOP masalah higienitas, masalah dampak lingkungan, dan sebagainya,” ujar Yuszak.

Kedua, permodalan. Menurut Yuzak, permodalan menjadi isu tersendiri bagi UMKM.

Dia meyakni, UMKM bisa maju jika diberi dukungan permodalan.

"Memang permodalan menjadi isu buat UMKM. Karena buat maju UMKM ini ya perlu di-support. Tinggal nanti stimulus ekonominya di RUU tersebut seperti apa untuk support UMKM dari sisi pendanaan," tuturnya.

Yuszak menambahkan, para pelaku UMKM menyambut baik RUU Cipta Kerja dan mendukung pembahasan klaster UMKM didahulukan dalam pembahasan di DPR RI.

“Saya pikir dari sisi ekonomi itu kalau bicara ekonomi Indonesia setengahnya ini hidup dari UMKM. PDB kita 60 persen dari UMKM. Tenaga kerja kita 97 persen terserap di UMKM. Jadi saya pikir UMKM ini memang harus didahulukan," imbuhnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sandiaga: Rp 150 Triliun Keluar RI Tiap Tahun karena Kita Asyik Berlibur ke Negara Lain

Sandiaga: Rp 150 Triliun Keluar RI Tiap Tahun karena Kita Asyik Berlibur ke Negara Lain

Whats New
Bank Mandiri Perkirakan 10-11 Persen Debitur Restrukturisasi Gagal Bayar

Bank Mandiri Perkirakan 10-11 Persen Debitur Restrukturisasi Gagal Bayar

Whats New
Lewat Platform Ini, UMKM Bisa Belajar Mengembangkan Bisnis Secara Digital

Lewat Platform Ini, UMKM Bisa Belajar Mengembangkan Bisnis Secara Digital

Whats New
Konsumsi BBM Diproyeksi Turun Terus, Ini Strategi Pertamina

Konsumsi BBM Diproyeksi Turun Terus, Ini Strategi Pertamina

Whats New
Erick Thohir Minta Semua Pihak Tinggalkan Ego Sektoral di Tengah Pandemi

Erick Thohir Minta Semua Pihak Tinggalkan Ego Sektoral di Tengah Pandemi

Whats New
Klarifikasi Calon Petahana Dewan Pengawas Soal Dugaan Nepotisme di BPJS Ketenagakerjaan

Klarifikasi Calon Petahana Dewan Pengawas Soal Dugaan Nepotisme di BPJS Ketenagakerjaan

Whats New
Rupiah Ditutup Melemah, Ini Faktor Pendorongnya

Rupiah Ditutup Melemah, Ini Faktor Pendorongnya

Spend Smart
Viral Transaksi Pakai Dinar dan Dirham, BI: Cuma Rupiah Alat Pembayaran yang Sah di NKRI!

Viral Transaksi Pakai Dinar dan Dirham, BI: Cuma Rupiah Alat Pembayaran yang Sah di NKRI!

Whats New
IHSG Anjlok 2 Persen, Kini Berada di Level 5.979

IHSG Anjlok 2 Persen, Kini Berada di Level 5.979

Earn Smart
Menaker: Dengan Banyaknya SDM yang Kompeten, Penyerapan Tenaga Kerja Akan Meningkat

Menaker: Dengan Banyaknya SDM yang Kompeten, Penyerapan Tenaga Kerja Akan Meningkat

Whats New
Laba Bank Mandiri Tahun 2020 Turun 38 Persen Jadi Rp 17,1 Triliun, Ini Sebabnya

Laba Bank Mandiri Tahun 2020 Turun 38 Persen Jadi Rp 17,1 Triliun, Ini Sebabnya

Whats New
Kementan Prediksi Harga Telur Ayam Bakal Turun hingga Akhir Februari

Kementan Prediksi Harga Telur Ayam Bakal Turun hingga Akhir Februari

Whats New
Luhut: Kita Bawa Danau Toba ke Panggung Wisata Dunia

Luhut: Kita Bawa Danau Toba ke Panggung Wisata Dunia

Whats New
Wamen BUMN: Lembaga Pengelola Investasi Akan Beroperasi Penuh Akhir Februari 2021

Wamen BUMN: Lembaga Pengelola Investasi Akan Beroperasi Penuh Akhir Februari 2021

Whats New
Tak Ikuti Tren Resesi, Vietnam Jadi Negara dengan Ekonomi Terbaik di 2020

Tak Ikuti Tren Resesi, Vietnam Jadi Negara dengan Ekonomi Terbaik di 2020

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X