Pandemi Covid-19, FAO: Beli Makanan dari Usaha Kecil, Hargai Petani...

Kompas.com - 30/04/2020, 14:39 WIB
Ilustrasi petani beras di Indonesia ShutterstockIlustrasi petani beras di Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) atau Organisasi Pangan dan Pertanian di tengah pandemi Covid-19 menghimbau masyarakat untuk membeli makanan dari usaha kecil, menghargai petani, nelayan dan peternak yang memproduksi pangan, berbelanja dengan bijaksana, dan makan makanan sehat.

Perwakilan FAO di Indonesia Stephen Rudgard mengatakan, sudah saatnya bagi seluruh masyarakat untuk saling peduli dan memperhatikan satu sama lain.

“Sudah saatnya bagi kita untuk memperhatikan satu sama lain dan menghargai mereka yang berada di garis depan dalam pandemi ini. Mereka yang memproduksi pangan untuk kita makan setiap hari di masa yang sulit ini," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (30/4/2020).

Baca juga: Cegah Gejolak Pangan Akibat Pandemi, Mentan Minta Warga Jangan Panic Buying

Stephen menyebutkan, ada delapan imbauan FAO untuk masyarakat Indonesia di tengah pandemi.

Pertama, FAO mengajak masyarakat untuk mengingat para pahlawan pangan selama pandemi, seperti petani kecil nelayan, peternak, pengemudi truk, dan para penjual di pasar atau supermarket yang menyiapkan bahan-bahan pangan untuk masyarakat.

Kedua, mengajak masyarakat untuk membeli makanan dari usaha kecil untuk mendukung mata pencaharian mereka di masa-masa sulit ini.

"Ketiga, Ketika Anda membeli makanan dari pasar atau supermarket, pakailah masker, cobalah untuk memastikan jarak fisik yang aman, dan jaga kebersihan tangan Anda," katanya.

Keempat, lanjut dia, mengajak masyarakat untuk berbelanja dengan bijaksana. Seperti jangan membeli terlalu banyak pangan segar seperti buah, sayur, ikan, daging sapi, dan daging ayam karena dapat mengakibatkan makanan rusak dan terbuang.

"Selain itu juga ini akan meningkatkan sampah pangan dan menghabiskan uang Anda," sambungnya.

Kelima, tidak perlu menimbun makanan di rumah karena Covid-19 tidak secara langsung mempengaruhi produksi makanan. Keenam, konsumsi pangan yang bergizi, beragam, seimbang, dan aman untuk Anda dan keluarga Anda dan ketujuh jangan pernah lupa untuk cuci tangan Anda sebelum dan sesudah memegang makanan di rumah.

"Terakhir, sesekali bagikan makanan Anda, atau dukung bank makanan, kelompok masyarakat, atau badan amal yang menyediakan makanan gratis bagi orang-orang yang rentan, sebisa Anda. Kedermawanan Anda sangat penting selama krisis ini," sebutnya.

Hingga saat ini FAO akan terus bekerja dengan pemerintah untuk memberikan saran dan dukungan tentang langkah-langkah untuk mengurangi dampak Covid-19 terhadap sistem pangan Indonesia yang berkelanjutan dan tangguh, termasuk melakukan penilaian dan analisa untuk perubahan kebijakan.

Baca juga: Jokowi Disarankan Bentuk Badan Kedaulatan Pangan untuk Hadapi Skenario Terburuk Corona

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Mengisi Shopeepay lewat BSI Mobile dengan Mudah dan Praktis

Cara Mengisi Shopeepay lewat BSI Mobile dengan Mudah dan Praktis

Spend Smart
Pembangunan Hunian Warga Terdampak Bencana di NTT dan NTB Ditargetkan Rampung Maret 2022

Pembangunan Hunian Warga Terdampak Bencana di NTT dan NTB Ditargetkan Rampung Maret 2022

Whats New
Bangun Kilang di Tuban, Pertamina Pastikan Rekrut Tenaga Kerja Lokal

Bangun Kilang di Tuban, Pertamina Pastikan Rekrut Tenaga Kerja Lokal

Whats New
Mau Nabung di ATM Setor Tunai Mandiri Terdekat? Simak Caranya

Mau Nabung di ATM Setor Tunai Mandiri Terdekat? Simak Caranya

Whats New
Sisa Anggaran di Bangka Belitung Capai Rp 798,38 Miliar

Sisa Anggaran di Bangka Belitung Capai Rp 798,38 Miliar

Whats New
Di Forum G20, Indonesia Minta AS hingga China Sampaikan Rencana Tapering Off

Di Forum G20, Indonesia Minta AS hingga China Sampaikan Rencana Tapering Off

Whats New
UMKM Mau Punya Website Sendiri? Cek Solusi Mudah dan Murah Berikut

UMKM Mau Punya Website Sendiri? Cek Solusi Mudah dan Murah Berikut

Smartpreneur
KAI Services Perluas Bisnis, Dirikan Lokomart di Stasiun Pasar Senen Jakarta

KAI Services Perluas Bisnis, Dirikan Lokomart di Stasiun Pasar Senen Jakarta

Rilis
LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan

LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan

Whats New
Belum Lunas, Utang Lapindo ke Negara Mencapai Rp 2,23 Triliun

Belum Lunas, Utang Lapindo ke Negara Mencapai Rp 2,23 Triliun

Whats New
Nilai Ekspor Kopi Jawa Barat Baru 40 Juta Dollar AS, BI: Potensinya Bisa Lebih Besar

Nilai Ekspor Kopi Jawa Barat Baru 40 Juta Dollar AS, BI: Potensinya Bisa Lebih Besar

Whats New
Kembangkan Kerja Sama Sektor Energi, UGM Gandeng Subholding Gas Pertamina

Kembangkan Kerja Sama Sektor Energi, UGM Gandeng Subholding Gas Pertamina

Rilis
Pemerintah Terapkan DMO dan DPO Minyak Goreng, YLKI: Kenapa Tidak dari Kemarin-Kemarin?

Pemerintah Terapkan DMO dan DPO Minyak Goreng, YLKI: Kenapa Tidak dari Kemarin-Kemarin?

Whats New
Indonesia Siap Sampaikan Komitmen Jadi Pusat Produksi Vaksin Global di Pertemuan G20

Indonesia Siap Sampaikan Komitmen Jadi Pusat Produksi Vaksin Global di Pertemuan G20

Whats New
Tren Harga Emas Turun Terus, Kenapa?

Tren Harga Emas Turun Terus, Kenapa?

Earn Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.