Kisah Mereka Yang Makin Sibuk di Tengah Pandemi

Kompas.com - 30/04/2020, 16:19 WIB
Para pekerja PT Pan Brothers membuat masker, ada juga alat pelindung diri, hazardous material atau hazmat buat dokter dan perawat yang menangani pasien Covid-19 Dok. YoutubePara pekerja PT Pan Brothers membuat masker, ada juga alat pelindung diri, hazardous material atau hazmat buat dokter dan perawat yang menangani pasien Covid-19

Sejak wabah Covid-19, kesibukan pabrik-pabrik Pan Brothers di empat provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten bukannya menurun, justru meningkat.

Produsen pakaian jadi itu pun menambah tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan masker dan Alat Pelindung Diri (APD).

“Kami tambah pegawai lagi, jadi 40 ribu orang,” katanya.

Waktu bekerja sengaja dibagi jadi tiga shift (giliran pekerjaan) demi mengikuti protokol Covid-19, yakni jaga jarak. Dengan sistem kerja sedemikian rupa, maka para pekerja tak bisa sekaligus semua masuk.

Anne yang diajak untuk berkontribusi memproduksi APD, mengaku senang dan bangga karena bisa membantu negara yang sedang dalam kondisi sulit. Sekaligus, imbuh dia, tetap juga membantu bangsa lain.

Produk APD dan masker setara medis, katanya, sudah dalam bidikan negara lain untuk impor.

“Tapi kami utamakan memenuhui kebutuhan dalam negeri dulu, sekian persennya baru untuk kami ekspor (hazmat dan masker),” kata dia.

Para pekerja PT Pan Brothers membuat masker, ada juga alat pelindung diri, hazardous material atau hazmat buat dokter dan perawat yang menangani pasien Covid-19Dok. Youtube Para pekerja PT Pan Brothers membuat masker, ada juga alat pelindung diri, hazardous material atau hazmat buat dokter dan perawat yang menangani pasien Covid-19

Urusan kualitas produk, negara seperti Singapura, Jepang, Amerika Serikat, sejumlah negara Eropa dan Timur Tengah, kata Anne, sudah merasakan keunggulan produk perusahaan tersebut.

“Ini bentuk eksistensi kami. Membantu negeri, juga warga dunia,” ujarnya.

Membantu negara lain, prinsip Anne, adalah karena sebuah investasi kebaikan. Berprinsip bahwa Indonesia tak bisa hidup sendiri, harus juga membantu warga dunia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X