Kompas.com - 01/05/2020, 17:17 WIB
Menaker Ida Fauziyah, saat melakukan teleconference bersama para Kadisnaker provinsi seluruh Indonesia, di Jakarta, Rabu (1/4/2020). DOK. Humas Kementerian KetenagakerjaanMenaker Ida Fauziyah, saat melakukan teleconference bersama para Kadisnaker provinsi seluruh Indonesia, di Jakarta, Rabu (1/4/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau  May Day kali ini, berbeda dari tahun-tahun lalu seiring dengan adanya pandemi virus corona (Covid-19).

Pada Hari Buruh biasanya ada aksi unjuk rasa ribuan buruh atau pekerja turun di jalanan untuk menyuarakan berbagai tuntutan. Tahun ini aksi tersebut harus ditahan.

"May Day kali ini tak lagi sama. Tak ada perayaan, sepi demonstrasi. Hanya sebuah tanggal merah, dan kita tetap di rumah," katanya melalui keterangan sosial Instagram, Jumat (1/5/2020).

Baca juga: Fakta 500 TKA China, Jubir Luhut Angkat Bicara hingga Peringatan DPR

Dia pun menambahkan, meski tak ada aksi buruh yang turun ke jalanan namun Hari Buruh tetap bermakna. Tak lupa dia menyampaikan salam kepada keluarga buruh atau pekerja pada peringatan May Day ini.

"Semua paham, bahwa esensi May Day bukanlah perayaan, melainkan perjuangan. Ketiadaan perayaan dan kemeriahan tak mengurangi sedikitpun makna May Day," ujarnya.

Baca juga: Polemik RUU Cipta Kerja: Nasib Pekerja di Tangan Penguasa dan Pengusaha

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Selamat Hari Buruh Internasional 1 Mei 2020. Salam hangat saya bagi seluruh keluarga di rumah," ucapnya.

Peringatan Hari Buruh pada tahun ini memang terasa berbeda. Alih-alih demonstrasi, para buruh akan menggelar bakti sosial berupa pemberian donasi alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis di rumah sakit dan klinik. 

Para buruh juga akan melakukan aksi virtual kampanye di media sosial untuk menyuarakan tiga isu May Day. Ketiga isu tersebut yakni tolak omnibus law, stop PHK, dan liburkan buruh dengan upah dan THR 100 persen.

Baca juga: Wabah Corona, Buruh Tunda Aksi Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law Cipta Kerja



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X