Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menaker: May Day Kali Ini Tak Lagi Sama...

Kompas.com - 01/05/2020, 17:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau  May Day kali ini, berbeda dari tahun-tahun lalu seiring dengan adanya pandemi virus corona (Covid-19).

Pada Hari Buruh biasanya ada aksi unjuk rasa ribuan buruh atau pekerja turun di jalanan untuk menyuarakan berbagai tuntutan. Tahun ini aksi tersebut harus ditahan.

"May Day kali ini tak lagi sama. Tak ada perayaan, sepi demonstrasi. Hanya sebuah tanggal merah, dan kita tetap di rumah," katanya melalui keterangan sosial Instagram, Jumat (1/5/2020).

Baca juga: Fakta 500 TKA China, Jubir Luhut Angkat Bicara hingga Peringatan DPR

Dia pun menambahkan, meski tak ada aksi buruh yang turun ke jalanan namun Hari Buruh tetap bermakna. Tak lupa dia menyampaikan salam kepada keluarga buruh atau pekerja pada peringatan May Day ini.

"Semua paham, bahwa esensi May Day bukanlah perayaan, melainkan perjuangan. Ketiadaan perayaan dan kemeriahan tak mengurangi sedikitpun makna May Day," ujarnya.

Baca juga: Polemik RUU Cipta Kerja: Nasib Pekerja di Tangan Penguasa dan Pengusaha

"Selamat Hari Buruh Internasional 1 Mei 2020. Salam hangat saya bagi seluruh keluarga di rumah," ucapnya.

Peringatan Hari Buruh pada tahun ini memang terasa berbeda. Alih-alih demonstrasi, para buruh akan menggelar bakti sosial berupa pemberian donasi alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis di rumah sakit dan klinik. 

Para buruh juga akan melakukan aksi virtual kampanye di media sosial untuk menyuarakan tiga isu May Day. Ketiga isu tersebut yakni tolak omnibus law, stop PHK, dan liburkan buruh dengan upah dan THR 100 persen.

Baca juga: Wabah Corona, Buruh Tunda Aksi Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law Cipta Kerja

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+