[POPULER DI KOMPASIANA] Jual Rugi Masker | Pelajaran dari Pekerja Bergaji Rp 80 Juta | Dampak Positif PSBB

Kompas.com - 02/05/2020, 14:20 WIB
Pekerja menyelesaikan pembuatan contoh pola masker medis di kawasan Depok, Jawa Barat, Kamis (2/4/2020). Seiring merebaknya virus corona atau Covid 19, permintaan masker wajah mengalami peningkatan. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPekerja menyelesaikan pembuatan contoh pola masker medis di kawasan Depok, Jawa Barat, Kamis (2/4/2020). Seiring merebaknya virus corona atau Covid 19, permintaan masker wajah mengalami peningkatan.

KOMPASIANA--  Akibat tingginya permintaan dan oknum yang bermain untuk menimbun barang, maka beberapa waktu silam kita merasakan harga peralatan dan perlengkapan kesehatan jadi mahal, seperti masker medis dan hand sanitizer, misalnya.

Namun, belakangan ini masyarakat tidak lagi menggunakan masker medis yang semula dicari, tetapi jenis masker lain. Akibatnya antara permintaan dan pasokan akan penggunaan masker medis cenderung normal.

Bahkan kini masker medis hingga hand sanitizer sudah bisa kita temukan dengan mudah di supermarket atau apotek.

Maka tidak heran jika kini kita mulai melihat beberapa orang menjual masker medis di media sosial dengan label "jual rugi" kepada warganet.

Selain itu masih ada konten menarik dan terpopuler lainnya di Kompasiana selama sepekan: masalah yang dihadapi oleh orang bergaji 80 juta per-bulan saat pandemi hingga dampak positif PSBB bagi lingkungan kita.

Berikut 5 konten menarik dan terpopuler di Kompasiana dalam sepekan:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Saat Harga Balas Dendam kepada Penimbun Masker

Tren harga masker selangit tidak bertahan lama. Mulai pertengahan April harga sudah bergerak normal kembali.

Bayangkan saja, ketika itu masker yang harga normalnya paling mahal 50 ribu rupiah per-dos, tulis Kompasianer Pical Gadi, saat harga gila-gilaan bisa sampai 400 bahkan 500 ribu rupiah.

"Bayangkan keuntungan yang mereka peroleh dalam waktu singkat. Karena saat itu masker juga jadi barang langka, disinyalir masih ada yang terus membeli dalam jumlah besar dan ingin memanfaatkan momentum," lanjutnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.