Sukses Bisnis Fotografi Sweet Escape, David Soong Berencana Investasi Co-living

Kompas.com - 03/05/2020, 10:46 WIB
David Soong, fotografer profesional sekaligus pebisnis di bidang fotografi dan kuliner, menjelaskan soal Galaxy S9 dan S9 Plus di Paris, Selasa (27/2/2018). Fatimah Kartini Bohang/Kompas.comDavid Soong, fotografer profesional sekaligus pebisnis di bidang fotografi dan kuliner, menjelaskan soal Galaxy S9 dan S9 Plus di Paris, Selasa (27/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com – Sukses membangun bisnis platform fotografi traveling, kini CEO dan Co-Founder Sweet Escape David Soong berencana merambah investasi baru, yakni co-living.

Meskipun saat ini berbagai sektor terpukul dengan kondisi pandemi Covid-19, namun Soong yakin ini merupakan waktu yang tepat untuk berinvestasi pada bisnis co-living.

“Sebenarnya malah (prospek bisnis Coliving) bagus, karena (kondisi pandemi) membuat budget orang menurun yang tadinya dia punya budget untuk menyewa 1 unit apartemen, sekarang budgetnya turun dan harus sharing bersama teman-temannya,” kata Soong saat dihubungi Kompas.com Jumat (1/5/2020).

Baca juga: Menilik Cuan Bisnis Apartemen Co-Living untuk Milenial

Soong berencana berinvestasi pada platform bisnis co-living, Flokq yang merupakan sebuah penyedia layanan co-living milik pengusaha Anand Janardhanan yang mulai beroperasi sejak Agustus 2019.

Dalam kondisi pandemi Covid-19, Soong menilai sektor pariwisata seperti hotel memang merupakan salah satu sektor yang terpukul, namun menurutnya bisnis co-living berbeda dengan hotel.

Dia mengatakan, co-living merupakan penginapan yang menargetkan long term stay, sementara hotel hanya short term stay, sehingga peluang bisnis co-living lebih besar disaat pandemic Covid-19.

“Kalau saya lihat itu yang terimbas travel, kalau co-living itu kan long term stay yang artinya dapat dijadikan tempat tinggal seperti ekspatriat yang bekerja kontrak 1 tahun atau bahkan 6 bulan, dan bukan business trip (seperti hotel) yang hanya 1 sampai 2 hari,” ungkap dia.

Baca juga: Perhatikan Ini, Jika Ingin Investasi Emas Saat Pandemi Covid-19

Disisi lain, Soong menangkap peluang bisnis dari tren co-living yang saat ini kian bertumbuh, dengan minat yang tinggi dari para eksekitif dan profesional yang ingin tinggal di pusat kota Jakarta dengan anggaran yang minim.

“Misalkan executive yang kerja di perusahaan startup. Kalau di luar negeri, co-living ini diterima pasar. Seperti di AS, Eropa dan Singapura. Jadi timing-nya pas, 2 sampai 3 tahun lagi ini akan menjadi hal yang normal,” tambah dia.

Menurut dia, berinvestasi dalam kondisi yang tidak pasti ini haruslah penuh dengan kehati-hatian.

Ada dua hal yang penting untuk mempertimbangkan investasi dalam kondisi sekarang yakni siapa pendirinya dan bagaimana respons pasar.

“Saya ada banyak pengalaman di startup dan saya melihat banyak potensi, bergantung apakah founder-nya very strong dan timing di market-nya pas. Menurut saya udah cukup modern saat ini, dan co-living diterima,” ungkap dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X