Industri Hulu Migas Diminta Tak Lakukan PHK di Tengah Corona

Kompas.com - 03/05/2020, 16:18 WIB
Para pekerja di industri hulu migas sedang melaksanakan pekerjaannya di lapangan. SHUTTER STOCKPara pekerja di industri hulu migas sedang melaksanakan pekerjaannya di lapangan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Industri hulu migas diminta tetap mempertahankan kegiatan operasi dan menghindari pemutusan hubungan kerja ( PHK) di tengah pandemi Covid-19.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, pencapaian target APBN di kuartal I 2020 cukup baik.

Namun, ke depannya hal yang paling penting adalah bagaimana caranya supaya tidak ada kegiatan yang terhenti dan tidak ada PHK.

Baca juga: BPH Migas Bahas Tarif Pengangkutan Gas Bumi

“Di tengah wabah Covid-19 dan penurunan harga minyak seperti saat ini, SKK Migas terus berkoordinasi dengan Kontraktor KKS agar target tahun 2020 dapat dioptimalkan. Ini dilakukan supaya penerimaan negara dari hulu migas tetap dapat optimal dan dapat mendukung anggaran negara di tengah upaya penanggulangan wabah Covid-19 yang membutuhkan anggaran sangat besar," ujar Dwi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (3/5/2020).

Dwi berharap dengan mempertahankan operasi hulu migas, termasuk program pengeboran, pemeliharaan, dan operasional lainnya, maka sektor ini diharapkan dapat terus menggerakkan ekonomi nasional.

“Ibarat darah yang terus mengalir, industri hulu migas diharapkan dapat terus menggerakkan urat nadi ekonomi Indonesia," kata Dwi.

Sementara itu, Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno menuturkan, sampai saat ini komitmen Kontraktor KKS untuk mencapai target produksi masih terjaga.

Baca juga: Ini Langkah SKK Migas Redam Dampak Covid-19 di Sektor Hulu Migas

Di kuartal I 2020 produksi minyak 7 Kontraktor KKS melebihi target APBN dan 8 Kontraktor KKS melampaui target teknis dalam WP&B 2020.

Sedangkan untuk penyaluran gas 5 Kontraktor KKS mampu melebihi target APBN dan 12 Kontraktor KKS melebihi target teknis WP&B 2020.

“Ini tentunya merupakan capaian yang patut diapresiasi, untuk kegiatan operasional yang mampu menciptakan terobosan dan inovasi dapat menjadi benchmark bagi KKKS lainnya, sehingga dapat melakukan continual improvement pada triwulan kedua sampai akhir tahun 2020, sehingga target sampai akhir tahun diharapkan dapat tercapai,” ujar Julius.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X