Penghematan, AP II Hentikan Sementara Operasi Skytrain Bandara Soekarno Hatta

Kompas.com - 04/05/2020, 06:37 WIB
Skytrain di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sedang melintas. Dok Humas PT Angkasa Pura IISkytrain di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sedang melintas.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi COVID-19 berdampak pada industri penerbangan nasional dan global di mana jumlah penumpang pesawat dan lalu lintas pergerakan pesawat mengalami penurunan.

Untuk menghadapi situasi tersebut, PT Angkasa Pura II (Persero) melakukan penghematan biaya operasional di 19 bandara yang dikelolanya.

Director of Engineering PT Angkasa Pura II Agus Wialdi mengatakan, salah satu fokus perseroannya saat ini adalah menghemat biaya operasional, sekaligus memastikan bandara tetap beroperasi untuk menjaga konektivitas transportasi udara nasional.

Penghematan salah satu kunci dalam merespons tantangan COVID-19. Bandara PT Angkasa Pura II saat ini beroperasi dengan lebih sederhana dibandingkan kondisi normal, menyesuaikan juga dengan traffic penumpang dan penerbangan,” ujar Agus dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/5/2020).

Baca juga: Hindari Stres Keuangan, Terapkan 3 Cara Hemat Ini Sehabis Gajian

Agus mencontohkan, di Bandara Soekarno Hatta pihaknya melakukan penghematan dengan cara menghentikan sementara operasional Skytrain. Sebagai gantinya, perseroan mengoptimalisasi shuttle bus sebagai transportasi publik antarterminal.

“Secara umum, penghematan biaya operasional terbesar adalah di penggunaan listrik. Kami melakukan penghematan penggunaan listrik di seluruh bandara hingga sekitar 46 persen,” kata Agus.

Penghematan listrik tersebut di antaranya dengan mengurangi penggunaan fasilitas nonprioritas seperti penyejuk udara.

Di samping listrik, bandara PT Angkasa Pura II juga menghematan penggunaan air bersih hingga 60 persen. Selanjutnya, penghematan penggunaan kendaraan operasional di kawasan bandara baik sisi udara mau pun sisi darat.

PT Angkasa Pura II juga melakukan penghematan biaya pemeliharaan fasilitas nonprioritas atau yang tidak mendesak.

Penghematan sangat ketat juga diterapkan pada pos belanja modal (capital expenditure/capex), di mana capex hanya akan digunakan untuk kebutuhan yang dinilai sangat dibutuhkan dengan memperhitungkan situasi dan kondisi saat ini.

Penghematan capex ini juga mencakup porsi yang sebelumnya direncanakan untuk pengembangan di bandara-bandara Kerja Sama Pemanfaatan Barang Milik Negara (KSP BMN) yaitu Radin Inten II (Lampung), HAS Hanandjoeddin (Belitung), Fatmawati Soekarno (Bengkulu) dan Tjilik Riwut (Palangkaraya).

”Melalui berbagai penghematan biaya maka dapat seluruh bandara PT Angkasa Pura II tetap beroperasi optimal dan selalu siaga melayani berbagai penerbangan yang masih diizinkan sesuai Permenhub No. 25/2020, termasuk penerbangan dalam rangka mengatasi Covid-19,” ucap Agus.

Baca juga: Catat, Ini 8 Cara agar Hemat di Tengah Virus Corona



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X