KILAS

Jelang Panen Raya, Kementan Pastikan Harga Bawang Merah Berangsur Normal

Kompas.com - 04/05/2020, 12:05 WIB
Sejumlah tempat di Indonesia akan melangsungkan panen raya bawang merah. DOK. Humas Kementerian PertanianSejumlah tempat di Indonesia akan melangsungkan panen raya bawang merah.

KOMPAS.com – Kementerian Pertanian terus melakukan pemantauan intensif terhadap pasokan 11 bahan pangan pokok, salah satunya bawang merah.

Dari pemantauan itu, Kementan mendapari kenaikan harga bawang merah akibat panen raya yang mundur di beberapa tempat.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto yakin pasokan dan harga bawang merah secara nasional berangsur normal seiring panen raya di beberapa sentra dalam waktu dekat.

“Memang terjadi pergeseran musim tanam akibat anomali iklim. Akibatnya jadwal panen raya juga sedikit bergeser," ujarnya seperti keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (4/5/2020).

Bahkan, imbuh Prihasto, pihaknya akan membantu apabila diperlukan subsidi ongkos kirim dan operasi pasar jika terjadi harga tidak wajar di pasaran.

Baca juga: Pastikan Kebutuhan Pokok Aman, Kementan Perbaiki Alur Distribusi

Mengutip data Early Warning System (EWS) dari Ditjen Hortikultura, panen bawang merah pada bulan Mei di 18 sentra utama diperkirakan seluas 8.958 hektar, dengan produksi mencapai lebih dari 67.000 ton.

Sementara itu, kebutuhan wilayah Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodetabek) pada Mei ditaksir sebanyak 14.549 ton. Dari angka tersebut produksi bawang merah diyakini mencukupi.

Panen raya di sejumlah tempat

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes Yulia Hendrawati menyatakan, panen raya di Brebes mundur karena awal musim hujan baru dimulai pada Desember.

"Jadi ya memang sudah jadwalnya petani tanam padi dulu, baru sesudahnya tanam bawang merah. Mulai tanam raya juga baru bulan Maret kemarin,” jelasnya.

Baca juga: Kementan Perkirakan Produksi Beras Indonesia Surplus 6,4 Juta Ton

Dia menerangkan, seandainya penanaman tetap dilakukan di musim hujan, biaya produksinya otomatis lebih mahal.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X