Minimalkan Penyebaran Covid-19, Ini Langkah yang Dilakukan Freeport Indonesia

Kompas.com - 04/05/2020, 13:12 WIB
Staf PT Freeport Indonesia mengecek salah satu rangkaian proses flotasi atau pengapungan mineral, seperti tembaga, emas, dan perak, di salah satu pabrik pengolahan konsentrat, Tembagapura, Papua. KOMPAS/B JOSIE SUSILO HARDIANTOStaf PT Freeport Indonesia mengecek salah satu rangkaian proses flotasi atau pengapungan mineral, seperti tembaga, emas, dan perak, di salah satu pabrik pengolahan konsentrat, Tembagapura, Papua.

TIMIKA, KOMPAS.com - PT Freeport Indonesia (PTFI) terus memperkuat koordinasi dengan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Mimika untuk melindungi karyawan perusahaan dari risiko penyebaran virus corona di seluruh area kerja dan lingkungan sekitar perusahaan.

Upaya tersebut antara lain dengan memaksimalkan physical distancing, menyiapkan fasilitas medis di Tembagapura dan Timika yang merupakan area kerja utama perusahaan, serta menutup akses memasuki Tembagapura.

“Kegiatan operasional pertambangan PTFI hingga saat ini tetap berjalan agar bahan baku industri dapat terus tersedia, roda perekonomian lokal dan nasional dapat terus bergerak, dan area tambang tetap produktif dan terjaga kestabilannya. Meski demikian, kami memastikan keamanan dan kesehatan karyawan adalah prioritas utama kami,” ujar Vice President Corporate Communication PT Freeport Indonesia Riza Pratama melalui siaran media, Sabtu (2/5/2020).

Sejak awal Maret 2020, PTFI telah menerapkan berbagai upaya mitigasi yang dapat melipatgandakan protokol kesehatan di area kerja. Adapun upaya mitigasi, antara lain dengan menerapkan larangan masuk dan pembatasan perjalanan ke luar negeri, melakukan pemeriksaan suhu tubuh bagi setiap karyawan yang tiba di bandara dan terminal bus yang memasuki area kerja PTFI.

Baca juga: Freeport Bayar Pajak Air Rp 1,4 Triliun

Selanjutnya, PTFI juga memaksimalkan pembatasan interaksi fisik dengan menutup sejumlah fasilitas seperti sekolah, tempat ibadah, dan restoran di seluruh area kerja. Namun, fasilitas umum tetap dibuka seperti kantin karyawan dan pasar swalayan, tetap buka dengan pemberlakuan garis pembatas antrean antar pengunjung. Pembatasan jarak yang sama diterapkan pula dalam trem dan bus karyawan yang hanya beroperasi di dalam area kerja.

Perusahaan juga menggiatkan standar kebersihan dengan melakukan penyemprotan disinfektan ke seluruh kantor dan area kerja dan serta secara aktif merilis berbagai konten edukasi bagi karyawan. Selanjutnya, perusahaan juga menutup akses masuk ke Tembagapura sejak 26 Maret 2020. Namun, seluruh kegiatan operasional pengangkutan logistik tetap dilakukan seperti biasa agar kebutuhan bahan-bahan pokok seperti makanan.

PTFI juga menggelar rapid test untuk pengamatan kesehatan sebagai prosedur skrining dan deteksi awal terhadap risiko penularan Covid-19 di antara karyawan perusahaan. PTFI telah melaksanakan rapid test sesuai dengan proses penelusuran kontak (contact tracing) dan akan dikembangkan secara bertahap hingga mencakup populasi yang lebih luas di area perusahaan.

Bersamaan dengan itu, PTFI juga menyediakan fasilitas, tenaga, dan prosedur medis untuk mengantisipasi penanganan karyawan di area operasi yang perlu mendapat pemantauan khusus. PTFI juga menyediakan akomodasi khusus bagi karyawan yang menunjukkan gejala penyakit atau membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut oleh tim medis di seluruh area kerja, yakni di Tembagapura dan Kuala Kencana Timika.

Firdy Permana, Public Health Manager dari International SOS selaku mitra perusahaan dalam penanganan kesehatan karyawan PTFI menegaskan, pihaknya siap menghadapi rbagai kemungkinan yang ada di area kerja.

“Dari pelacakan (tracking) dan pengawasan (surveillance) melalui rapid test dan PCR test yang kami lakukan telah mampu dengan cepat mengindentifikasi kasus-kasus baru untuk memutus mata rantai penyebaran Covid,” ujar Firdy.

PTFI juga telah menambah pasokan alat-alat medis seperti alat perlindungan diri dan ventilator, serta menyiapkan ruang-ruang karantina dan isolasi di rumah sakit, klinik, maupun sejumlah barak karyawan yang dalam masa pandemi kami relokasi menjadi area monitoring.

“Kami berkoordinasi erat dengan manajemen PT Freeport Indonesia guna memastikan upaya pencegahan dan penanganan penyebaran Covid-19 di lingkungan perusahaan berjalan sesuai protokol kesehatan Covid,” sebut Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Mimika, Reynold Ubra.

Baca juga: Freeport Indonesia Hentikan Penerbangan Penumpang ke Timika



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X