Kompas.com - 04/05/2020, 14:31 WIB
Wisatawan mancanegara (wisman) menikmati suasana di kawasan Kota Tua Jakarta Barat, Kamis (4/9/2014). TRIBUNNEWS.com/HERUDINWisatawan mancanegara (wisman) menikmati suasana di kawasan Kota Tua Jakarta Barat, Kamis (4/9/2014).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Maret 2020 yakni 470.900 wisman, turun 45,50 persen dibandingkan Februari 2020. 

Adapun dibandingkan Maret 2019, jumlah wisman tersebut menurun  64,11 persen (yoy).

Secara kumulatif Januari–Maret 2020, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 2,61 juta kunjungan atau turun 30,62 persen dari 3,76 juta kunjungan.

Baca juga: Tagihan Listrik di Rumah Bengkak? Cek Tarifnya di Sini

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, jumlah wisman sudah menurun sejak Februari 2020 meski pemerintah RI baru mengumumkan pandemi Covid-19 pada awal Maret 2020.

"Kita lihat jumlah wisman menunjukkan penurunan tajam sejak Februari. Kalau kita lacak data historisnya, jumlah wisman hampir sama dengan jumlah wisman posisi tahun 2007," kata Suhariyanto dalam konferensi video, Senin (4/5/2020).

Pria yang akrab disapa Kecuk ini mengatakan, menurunnya kunjungan wisman secara serentak terjadi di seluruh pintu masuk utama Indonesia. Di pintu utama Bandara Ngurah Rai Bali, jumlah wisman telah turun 64,72 persen, di Bandara di Soekarno-Hatta turun 75 persen dan di Bandara Kualanamu sebesar 65 persen.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Saat Pandemi Corona Buat Gerak Inflasi Jadi Tak Biasa

Dari pintu masuk laut, jumlah wisman menurun sebesar 75 persen di Batam dan menurun sebesar 92 persen di Tanjung Uban.

"Intinya jumlah wisman turun tajam dan tentunya harus kita waspadai karena berdampak besar pada sektor pendukungnya," ungkap Kecuk.

Berdasarkan kebangsaan, jumlah wisman yang turun paling dalam sebesar 97,46 persen berasal dari China. Kemudian diikuti Hong Kong sebesar 96 persen, dan Kuwait sebesar 89 persen.

"Wisman di hampir semua negara turun tajam karena adanya lockdown di beberpaa negara dan penghentian berbagai penerbangan. Januari masih normal tapi kemudian turun sehingga jumlahnya 2,6 juta orang (Januari-Maret) turun hampir sepertiganya," ungkap Kecuk.

Baca juga: Ini Daftar Promo Pertamina, Ada Cashback 50 Persen

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KURASI KOMPASIANA] Ide Datang di Kamar Mandi | Mengapa Berpikir Logis Itu Penting?

[KURASI KOMPASIANA] Ide Datang di Kamar Mandi | Mengapa Berpikir Logis Itu Penting?

Rilis
Rincian Iuran BPJS Kesehatan Terbaru 2021

Rincian Iuran BPJS Kesehatan Terbaru 2021

Spend Smart
Mencantumkan Ikut Seminar dalam CV Lamaran Kerja, Pentingkah?

Mencantumkan Ikut Seminar dalam CV Lamaran Kerja, Pentingkah?

Work Smart
[TREN HUMANIORA KOMPASIANA] Anak adalah Point of References | Gapyear: Stigma, Doa, dan Cerita

[TREN HUMANIORA KOMPASIANA] Anak adalah Point of References | Gapyear: Stigma, Doa, dan Cerita

Rilis
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Bank KB Bukopin yang Baru

Ini Susunan Direksi dan Komisaris Bank KB Bukopin yang Baru

Whats New
BKN Minta Calon Pelamar CPNS dan PPPK 2021 untuk Bersabar, Kenapa?

BKN Minta Calon Pelamar CPNS dan PPPK 2021 untuk Bersabar, Kenapa?

Whats New
Bangun Hunian di Jakarta dan Bogor, Adhi Commuter Properti Gandeng Sarana Jaya

Bangun Hunian di Jakarta dan Bogor, Adhi Commuter Properti Gandeng Sarana Jaya

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Pencopet di Angkutan Umum, Ini Cara Mengatasi dan Menghindarinya! | Modus Operandi Maling Perlente

[KURASI KOMPASIANA] Pencopet di Angkutan Umum, Ini Cara Mengatasi dan Menghindarinya! | Modus Operandi Maling Perlente

Rilis
Pendapatan Induk Usaha TikTok Melejit 111 Persen di Tahun 2020

Pendapatan Induk Usaha TikTok Melejit 111 Persen di Tahun 2020

Whats New
Gappri: Revisi PP Tembakau Perburuk Kondisi Industri Rokok

Gappri: Revisi PP Tembakau Perburuk Kondisi Industri Rokok

Whats New
Kini Pemilik Asuransi AXA Mandiri Bisa Konsultasi Kesehatan Gratis

Kini Pemilik Asuransi AXA Mandiri Bisa Konsultasi Kesehatan Gratis

Whats New
Prudential Indonesia Perluas Pemasaran Online Produk Asuransi

Prudential Indonesia Perluas Pemasaran Online Produk Asuransi

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Tip Aman Beli Barang Elektronik Secara Online | COD Tidak Semudah Kedengarannya

[KURASI KOMPASIANA] Tip Aman Beli Barang Elektronik Secara Online | COD Tidak Semudah Kedengarannya

Rilis
Aset Kripto Berpeluang Tumbuh Subur di Indonesia

Aset Kripto Berpeluang Tumbuh Subur di Indonesia

Whats New
Total Gaji Komisaris Astra International Mencapai Rp 1,8 Miliar

Total Gaji Komisaris Astra International Mencapai Rp 1,8 Miliar

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X