Mendag Minta Pasar Rakyat Harus Tetap Beroperasi di Tengah Pandemi Corona

Kompas.com - 04/05/2020, 21:37 WIB
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, saat mengunjungi pasar Kaliwungu Kendal. KOMPAS.COM/SLAMET PRIYATIN KOMPAS.COM/SLAMET PRIYATINMenteri Perdagangan Agus Suparmanto, saat mengunjungi pasar Kaliwungu Kendal. KOMPAS.COM/SLAMET PRIYATIN

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto meminta pasar rakyat harus tetap beroperasi meski wabah corona melanda Indonesia.

Hal tersebut perlu dilakukan agar ekonomi masyarakat tetap berjalan di tengah pandemi Covid-19.

Pasar rakyat diharapkan tetap beroperasi dengan mengedepankan kebersihan pasar, pedagang dan pembeli, menerapkan physical distancing, serta mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah,” ujar Agus dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/5/2020).

Agus menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterimanya, terjadi penurunan jumlah pedagang di pasar rakyat rata-rata sebesar 29 persen. Penurunan juga terjadi pada omset pedagang sebesar rata-rata 39 persen sebagai imbas dari sepinya pembeli selama COVID-19 di Indonesia.

Baca juga: Eks Mendag Gita Wirjawan Usulkan BI Cetak Uang Rp 4.000 Triliun, untuk Apa?

Nasib serupa juga dirasakan pelaku usaha ritel yang omsetnya turun 90 persen dan penurunan pasokan barang sebesar 50 persen.

Sehingga, dampak lebih luasnya lagi adalah para pedagang akan mengalami penurunan kemampuan dalam menyelesaikan berbagai kewajibannya, seperti pembayaran pajak, sewa, listrik dan gas, cicilan pinjaman, maupun gaji pegawai.

“Hal ini yang perlu ditangani segera agar tidak terpuruk nasib para pedagang kecil termasuk petani, nelayan, peternak dan industri kecil yang mensuplai produknya ke pasar,” kata dia.

Kemendag pun mendorong pemerintah propinsi/kota untuk berinovasi di masa pandemi ini dalam operasional Pasar Rakyat. Misalnya dengan mengatur jam buka dan jumlah pedagang secara bergiliran, menggunakan sistem pesan antar barang melalui media sosial.

“Bekerjasama dengan aplikasi tranportasi online, seperti Go-Jek dan Grab. Membuka pasar dengan menutup ruas jalan serta mengatur jarak pedagang sesuai protokol COVID-19, seperti contoh yang dilakukan pemerintah daerah kota Salatiga," ucap dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X