Antrean Online Klaim JHT Selalu Penuh, Ini Saran BP Jamsostek

Kompas.com - 06/05/2020, 11:06 WIB
Suasana pelayanan di BP Jamsostek kantor cabang Palopo, Kamis (09/01/2020) Muh. Amran AmirSuasana pelayanan di BP Jamsostek kantor cabang Palopo, Kamis (09/01/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Tingginya angka pemutusan hubungan kerja ( PHK) sejak pandemi virus corona atau Covid-19, membuat klaim Jaminan Hari Tua (JHT) BP Jamsostek atau BPJS Ketenagakerjaan meningkat tajam.

Kendati demikian, banyak peserta BP Jamsostek yang mengeluhkan antrean online JHT yang selalu penuh. Banyak peserta sudah mencoba setiap hari, namun tetap saja tak berhasil mendapatkan nomor antrean.

Deputi Direktur Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga BP Jamsostek, Irvansyah Utoh Banja, mengatakan sulitnya mendapatkan nomor antrean klaim JHT karena melonjaknya jumlah peserta yang berniat mencairkan dana hari tua tersebut.

Baca juga: Antrean Online Klaim JHT BP Jamsostek Selalu Penuh? Ini Penjelasannya

"Antrian online dibuka setiap hari dengan tanggal pengajuan yang dibuka maksimal hingga 7 hari ke depan. Terkait kondisi saat ini, karena terjadi gelombang PHK yang cukup masif dan terjadi hampir di seluruh Indonesia," jelas Utoh kepada Kompas.com, Rabu (6/5/2020).

"Jumlah peserta yang mencoba melakukan pengajuan klaim melalui online juga mengalami peningkatan signifikan. Diharapkan peserta terus mencoba secara berkala untuk bisa mengakses dan mendapatkan antrian. Kami di BP Jamsostek tetap berusaha menjaga kenyamanan dan keamanan data peserta dengan juga meningkatkan kapasitas server dan layanan," tambah dia.

Menurut Utoh, saat ini dengan fitur Lapak Asik, peserta dapat mengajukan klaim pada kantor cabang yang dikehendaki, sehingga berdampak pada pendaftaran online pada beberapa kantor cabang yang berada di wilayah padat pekerja.

Baca juga: Kena PHK, Bisakah Mengajukan Pencairan Dana JHT ke BPJamsostek?

Sebagai informasi tambahan, untuk klaim via online, dapat dilakukan di semua kantor cabang. Namun peserta tetap dianjurkan untuk mendaftarkan diri di kantor cabang terdekat dari tempat domisili peserta.

Karena jika sewaktu-waktu dibutuhkan verifikasi lebih lanjut terkait data dan dokumen, tidak menutup kemungkinan peserta diharapkan dapat hadir secara fisik untuk verifikasi lanjutan.

"Untuk tetap dapat meningkatkan kualitas layanan, kami juga meningkatkan kapasitas penerimaan pengajuan klaim di tiap kantor cabang, dan memperkuat personil yang terlibat di bagian pelayanan agar dapat mengakomodir banyaknya pengajuan klaim JHT imbas dari PHK dalam jumlah besar akibat Covid-19," ujar Utoh.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mentan: Sektor Pertanian Sudah Mulai Menyambut Era 4.0

Mentan: Sektor Pertanian Sudah Mulai Menyambut Era 4.0

Rilis
Sebelum Indonesia, Negara-negara Ini Sudah Lebih Dulu Pungut PPN untuk Netlfix dkk

Sebelum Indonesia, Negara-negara Ini Sudah Lebih Dulu Pungut PPN untuk Netlfix dkk

Whats New
Siapa Bilang Pemilik Merek Pizza Hut Mau Bangkrut?

Siapa Bilang Pemilik Merek Pizza Hut Mau Bangkrut?

Whats New
Pembangunan Pabrik Es Krim Aice Senilai Rp 500 Miliar Molor, Ini Sebabnya

Pembangunan Pabrik Es Krim Aice Senilai Rp 500 Miliar Molor, Ini Sebabnya

Whats New
Suku Bunga Negatif Akan Diterapkan Bank Sentral Inggris, Apa Risikonya?

Suku Bunga Negatif Akan Diterapkan Bank Sentral Inggris, Apa Risikonya?

Whats New
Dari Cemilan Rambut Nenek, Ryan Raup Omzet Rp 100 Juta

Dari Cemilan Rambut Nenek, Ryan Raup Omzet Rp 100 Juta

Work Smart
Sederet Klaim Kementan Soal Kalung Ajaib Eucalyptus Anticorona

Sederet Klaim Kementan Soal Kalung Ajaib Eucalyptus Anticorona

Whats New
[MONEY SEPEKAN] 15 Orang Paling Kaya di Indonesia Makin Tajir | Profil M Nasir, Anggota DPR yang Usir Orias

[MONEY SEPEKAN] 15 Orang Paling Kaya di Indonesia Makin Tajir | Profil M Nasir, Anggota DPR yang Usir Orias

Earn Smart
BNI, Bank Komersial Tertua Indonesia yang Sempat Jadi Bank Sentral

BNI, Bank Komersial Tertua Indonesia yang Sempat Jadi Bank Sentral

Whats New
Taksi Express Terancam Pailit? Ini Penjelasan Dirut TAXI

Taksi Express Terancam Pailit? Ini Penjelasan Dirut TAXI

Whats New
Ini Kekayaan Pemilik Susi Air dan Mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti

Ini Kekayaan Pemilik Susi Air dan Mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti

Whats New
'Karena di Warung Sebelah Saja Pun Es Krim Ini Ada...'

"Karena di Warung Sebelah Saja Pun Es Krim Ini Ada..."

Whats New
Ratusan Ribu Pensiunan PNS Tak Bisa Cairkan Tabungan Rumahnya, Kenapa?

Ratusan Ribu Pensiunan PNS Tak Bisa Cairkan Tabungan Rumahnya, Kenapa?

Whats New
Kementan soal Kalung Antivirus: Ini Bukan Obat Oral, Ini Bukan Vaksin...

Kementan soal Kalung Antivirus: Ini Bukan Obat Oral, Ini Bukan Vaksin...

Whats New
Bagaimana Ekonomi Timor Leste Setelah 18 Tahun Merdeka dari Indonesia?

Bagaimana Ekonomi Timor Leste Setelah 18 Tahun Merdeka dari Indonesia?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X