Inflasi April 0,08 Persen, BI Sebut Dipengaruhi WFH hingga PSBB

Kompas.com - 06/05/2020, 12:18 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam konferensi video di Jakarta, Jumat (17/4/2020) Dok. Bank IndonesiaGubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam konferensi video di Jakarta, Jumat (17/4/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Bank Indonesia ( BI) Perry Warjiyo menyatakan, inflasi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) untuk April 2020 lebih rendah dari perkiraan bank sentral.

Sebagai informasi, BI memprediksi inflasi April 2020 sebesar 0,18 persen secara bulanan (month to month/mtm) dan 2,98 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Dalam realisasinya, inflasi April justru tumbuh lebih rendah, yakni 0,08 persen (mtm) dan 2,67 persen (yoy).

Baca juga: Saat Pandemi Corona Buat Gerak Inflasi Jadi Tak Biasa

"Ini lebih rendah dari perkiraan kami. Faktor permintaan sudah mempengaruhi rendahnya inflasi. Kalau permintaan akan barang dan jasa rendah, inflasi rendah," kata Perry dalam konferensi video, Rabu (6/5/2020).

Perry menilai, inflasi yang rendah didukung oleh penanganan virus corona (Covid-19) yang digulirkan pemerintah. Mulai dari beribadah, bekerja, dan belajar dari rumah, jaga jarak (physical distancing, serta Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Itu memengaruhi kegiatan aktivitas mobilitas. Karena itu inflasi lebih rendah dari yang kita perkirakan," ucapnya.

Hal itu yang kemudian membuat pihaknya yakin inflasi pada Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini akan lebih rendah dari rerata historisnya. Rata-rata inflasi Ramadhan mencapai 0,6-0,9 persen.

"Itu yang mendasari inflasi di Ramadhan akan lebih rendah dari rerata historis. Dan itu juga mendasari kenapa inflasi tahun ini rendah dan terkendali, yaitu 3 persen plus minus 1 persen," pungkas Perry.

Baca juga: BI: Inflasi April 0,18 Persen, Bawang Merah Jadi Penyumbang Terbesar

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada April 2020 sebesar 0,08 persen. Angka inflasi ini lebih rendah dari bulan sebelumnya, maupun pola historisnya.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, catatan angka inflasi ini membuat inflasi tahun kalender dari Januari-April 2020 sebesar 0,84 persen dan inflasi secara tahunan (yoy) sebesar 2,67 persen.

"Perkembangan harga berbagai komoditas secara umum menunjukkan adanya kenaikan, tapi kenaikannya sangat kecil sekali. Kalau dibandingkan dengan pola sebelumnya, ketika memasuki Ramadhan, inflasi meningkat. Tahun ini inflasi melambat," kata Suhariyanto dalam konferensi video, Senin (4/5/2020).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X