Dampak Corona dan Harga Minyak, Pertumbuhan Ekonomi Arab Saudi Minus 3,2 Persen

Kompas.com - 06/05/2020, 14:09 WIB
Pemandangan kota Riyadh, Arab Saudi, di waktu malam. SHUTTERSTOCKPemandangan kota Riyadh, Arab Saudi, di waktu malam.

NEW YORK, KOMPAS.com - Pertumbuhan ekonomi Arab Saudi diprediksi terkontraksi atau minus 3,2 persen.

Selain itu, lembaga pemeringkat Moody's juga mengoreksi outlook peringkat utang Arab Saudi dari stabil menjadi negatif. Hal ini diungkapkan Moody's pada akhir pekan lalu.

Buruknya data ekonomi tersebut disebabkan Arab Saudi menghadapi dua faktor penyebab guncangan ekonomi, yakni virus corona dan anjloknya harga minyak.

Baca juga: Resmi, Arab Saudi Terbitkan Surat Utang Tenor hingga 40 Tahun

"Arab Saudi tengah mempersiapkan untuk menetapkan kebijakan yang ketat dan menyakitkan dalam menghadapi konstraksi pertumbuhan terburuk dalam dua dekade yang disebbakan dua guncangan, (yakni) lockdown akibat virus codona dan rendahnya harga minyak," kata menteri keuangan Arab Saudi Mohammed al-Jadaan seperti dikutip dari CNBC, Rabu (6/5/2020).

Akibat situasi perekonomian yang tak memungkinkan ini, Arab Saudi terpaksa harus memangkas proyek-proyek dan belanja pemerintah.

Sebab, negara kaya minyak tersebut menghadapi merosotnya cadangan devisa, defit fiskal yang melebar, dan risiko aset yang memburuk.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Harga Minyak Masih Anjlok, Arab Saudi Cari Utang

"Selain dari risiko kepada kekuatan fiskal kerajaan (Arab Saudi) dari pandemi dan guncangan (pada) harga minyak, masih ada risiko terkait ketidakpastian soal bagaimana pemerintah dapat menangkal kerugian pendapatan minyak dan menstabilkan beban utang dan aset dalam jangka menengah," tulis Moody's dalam laporannya.

Sementara itu, al-Jadaan menegaskan pentingnya pemangkasan anggaran.

"Kita harus memangkas belanja anggaran secara signifikan. Keuangan Arab Saudi harus lebih disiplin dan jalan ke depan masih panjang," ungkap dia.

Terkait pos anggaran yang bakal dipangkas, al-Jadaan mengaku daftarnya sangat panjang. Akan tetapi, kemungkinan anggaran yang akan dipangkas adalah beberapa proyek miliaran dollar AS, mulai dari pariwisata hingga infrastruktur.

Baca juga: Rusia Bertemu Arab Saudi Besok, Harga Minyak Dunia Naik 5,5 Persen

Proyek-proyek tersebut masuk ke dalam program Vision 2030 yang dicetuskan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman.

Halaman:


Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mau Beli Valas? Cek Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

Mau Beli Valas? Cek Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

Whats New
Pertamina International Shipping Targetkan Pendapatan 4 Miliar Dollar AS di 2027

Pertamina International Shipping Targetkan Pendapatan 4 Miliar Dollar AS di 2027

Rilis
Mengawali Pagi, IHSG dan Rupiah Kompak Melaju di Zona Merah

Mengawali Pagi, IHSG dan Rupiah Kompak Melaju di Zona Merah

Whats New
Rincian Harga Emas Antam Hari Ini Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Antam Hari Ini Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Whats New
Kinerja Moncer, Microsoft hampir Menyalip Apple sebagai Perusahaan Paling Berharga

Kinerja Moncer, Microsoft hampir Menyalip Apple sebagai Perusahaan Paling Berharga

Whats New
Satgas Kembali Sita Uang hingga Properti milik Pengemplang BLBI, Ini Rinciannya

Satgas Kembali Sita Uang hingga Properti milik Pengemplang BLBI, Ini Rinciannya

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
Kisah 3 Sosok Pemuda Indonesia, Mengawali Bisnis dari Kegemaran hingga Go Internasional

Kisah 3 Sosok Pemuda Indonesia, Mengawali Bisnis dari Kegemaran hingga Go Internasional

Smartpreneur
Karyawan Tuding Dirut Garuda Liburan Keluarga ke New York Gunakan Fasilitas Perusahaan

Karyawan Tuding Dirut Garuda Liburan Keluarga ke New York Gunakan Fasilitas Perusahaan

Whats New
Siap-siap, Pemerintah Mau Berlakukan Pengetatan Mobilitas saat Nataru

Siap-siap, Pemerintah Mau Berlakukan Pengetatan Mobilitas saat Nataru

Whats New
IHSG Diprediksi Melemah, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Diprediksi Melemah, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
IPO, Widodo Makmur Perkasa Tawarkan Saham di Kisaran Rp 160-Rp 220 Per Lembar

IPO, Widodo Makmur Perkasa Tawarkan Saham di Kisaran Rp 160-Rp 220 Per Lembar

Whats New
Wall Street Melemah, S&P 500 dan Dow Jones Terseret Saham Cyclical

Wall Street Melemah, S&P 500 dan Dow Jones Terseret Saham Cyclical

Whats New
Kemendag Pastikan Stok Minyak Goreng Aman

Kemendag Pastikan Stok Minyak Goreng Aman

Whats New
[POPULER MONEY] Daftar Maskapai RI yang Bangkrut | Pengumuman SKD dan SKB CPNS

[POPULER MONEY] Daftar Maskapai RI yang Bangkrut | Pengumuman SKD dan SKB CPNS

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.