Sensus Penduduk Tatap Muka Batal, BPS Bakal Libatkan 1,2 Juta Ketua RT

Kompas.com - 07/05/2020, 08:32 WIB
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto di Jakarta, Kamis (13/12/2019). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAKepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto di Jakarta, Kamis (13/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) membatalkan survei Sensus Penduduk 2020 (SP 2020) secara tatap muka yang semula telah diundur pada September 2020.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, pembatalan survei sensus secara tatap muka dilakukan karena masih belum jelasnya kapan pandemi Covid-19 berakhir.

Selain itu, BPS mengaku tengah mengefisiensi anggaran sebesar 41 persen sehingga sensus penduduk secara tatap muka pada 2020 ditiadakan.

"Awalnya kita rencanakan pada Mei 2020. Tapi karena Covid-19 kemudian kita rencanakan pada September. Tapi kita tidak yakin apakah Covid-19 akan selesai pada September. Kemudian ada efisiensi, maka tahun ini kita tidak lagi tatap muka," kata Suhariyanto dalam Raker bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (7/5/2020).

Baca juga: Catatan BPS: Pengeluaran Rokok Lebih Besar dari Kebutuhan Beras

Sebagai gantinya, Suhariyanto bakal melibatkan 1,2 juta ketua RT di seluruh Indonesia untuk mendistribusikan kuisioner kepada para penduduk. Kemudian pada 2021, pihaknya akan mengambil sampel untuk pertanyaan yang lebih komplit.

"Tahun 2021 akan kita ambil sampel, karena penting untuk membuat proyeksi penduduk RI," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hingga Selasa (5/5/2020), sebanyak 42 juta orang telah mengisi sensus penduduk secara online. Namun, capaian itu masih sekitar 15 persen dari jumlah keseluruhan penduduk RI.

"Kalau dilihat absolut besar. Tapi kalau lihat persentase, BPS masih harus bekerja keras," pungkas pria yang kerap disapa Kecuk ini.

Sebagai informasi, pendaftaran sensus penduduk online masih berlangsung hingga 29 Mei 2020, sebagai perpanjangan waktu akibat Covid-19 yang semula hanya sampai Maret 2020.

BPS beberapa kali melakukan penyesuaian akibat Covid-19, salah satunya mengkaji kemungkinan pelatihan online bagi petugas sensus jika wabah virus belum kunjung pulih.

Seperti diketahui, BPS membuka lowongan bagi sekitar 390.000 petugas guna menyukseskan program sensus yang digelar setiap sekali dalam sepuluh tahun tersebut.

"Nanti ada tahap pelatihan semua instruktur mulai nasional, daerah, dan juga petugas lapangan. Sekarang lagi kita kaji lewat online pelatihan itu," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi video, Rabu (1/4/2020).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Menambah Daya Listrik Berikut Rincian Biayanya

Cara Menambah Daya Listrik Berikut Rincian Biayanya

Whats New
Puncak BBI Berjalan Lancar, Telkom Hadirkan Beragam Dukungan Ekosistem Digital di Flobamora

Puncak BBI Berjalan Lancar, Telkom Hadirkan Beragam Dukungan Ekosistem Digital di Flobamora

Rilis
Riset NielsenIQ: Tingkat Konsumsi Naik, Tren Pemulihan di Tengah Pembatasan Sosial

Riset NielsenIQ: Tingkat Konsumsi Naik, Tren Pemulihan di Tengah Pembatasan Sosial

Whats New
Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Naikkan Tarif Cukai Rokok Untuk Dongkrak Pendapatan Negara

Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Naikkan Tarif Cukai Rokok Untuk Dongkrak Pendapatan Negara

Whats New
Ini Strategi Indonesia Hadapi Isu Transisi Dunia Pendidikan ke Dunia Kerja

Ini Strategi Indonesia Hadapi Isu Transisi Dunia Pendidikan ke Dunia Kerja

Rilis
Program Padat Karya Bidang Jalan dan Jembatan Serap 273.603 Tenaga Kerja

Program Padat Karya Bidang Jalan dan Jembatan Serap 273.603 Tenaga Kerja

Rilis
Tips Berbisnis Bagi Pemula Ala Bos Grab Indonesia

Tips Berbisnis Bagi Pemula Ala Bos Grab Indonesia

Whats New
Prudential Kukuhkan 40 Calon Pengusaha yang Ikut Program Kewirausahaan

Prudential Kukuhkan 40 Calon Pengusaha yang Ikut Program Kewirausahaan

Rilis
 Mata Uang Kripto adalah Uang Digital, Begini Cara Kerjanya

Mata Uang Kripto adalah Uang Digital, Begini Cara Kerjanya

Whats New
Hati-hati, Ini Konflik Pembagian Harta Warisan yang Rawan Terjadi

Hati-hati, Ini Konflik Pembagian Harta Warisan yang Rawan Terjadi

Whats New
Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Guru Besar IPB: Bisa Bantu Perbaikan Data Pertanian

Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Guru Besar IPB: Bisa Bantu Perbaikan Data Pertanian

Rilis
Demi Mobil Listrik, Luhut Resmikan Smelter Nikel Senilai Rp 14 Triliun di Pulau Obi

Demi Mobil Listrik, Luhut Resmikan Smelter Nikel Senilai Rp 14 Triliun di Pulau Obi

Whats New
Kasus Covid Melonjak, Konvensi Luar Biasa Kadin Tak Mendapat Izin

Kasus Covid Melonjak, Konvensi Luar Biasa Kadin Tak Mendapat Izin

Whats New
Usia Perusahaan Masih Muda, DANA Belum Mau IPO

Usia Perusahaan Masih Muda, DANA Belum Mau IPO

Whats New
Lima Upaya Kemenaker Hapus Bentuk-bentuk Pekerja Anak

Lima Upaya Kemenaker Hapus Bentuk-bentuk Pekerja Anak

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X