Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bursa Saham Gobal Positif, IHSG Malah Merah

Kompas.com - 08/05/2020, 10:25 WIB
Kiki Safitri,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka pada zona merah pada awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat (8/5/2020).

Melansir data RTI, pukul 09.08 WIB, IHSG berada pada level 4.604,79 atau turun 3,99 poin (0,09 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 4.608,79.

Sebanyak 139 saham melaju di zona hijau dan 90 saham di zona merah. Sedangkan 140 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 688 miliar dengan volume 701 juta saham.

Baca juga: Hari Ini IHSG Diprediksi Positif, Berikut Pendorongnya

Sementara itu indeks saham Asia pagi ini dominasi bergerak pada zona hijau. Indeks Nikkei Tokyo naik 1,47 persen, indeks komposit Shanghai naik 1,61 persen, indeks Strait Times Singapura naik 0,12 persen dan indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,61 persen

Sebelumnya, Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan penguatan IHSG hari ini berpeluang hijau karena terdorong penguatan bursa saham global yang menghijau, terkait rencana pelonggaran lokckdown di beberapa negara.

“IHSG kemungkinan konsolidasi menguat. Kalau kita lihat bura regional rata-rata mengalami penguatan. Pasar merespon positif atas rencana pembukaan ekonomi. Namun penguatan tidak terlalu besar, karena pasar masih mencermati apakah selama pembukaan ekonomi jumlah permintaan akan seperti kondisi sebelum lockdown,” ungkap Hans kepada Kompas.com.

Baca juga: Terus Turun, IHSG Ditutup di Zona Merah

Sementara itu, indeks Wall Street ditutup positif kemarin dengan kenaikan Indeks Dow Jones 0,89 persen, S&P 500 juga menguat 1,15 persen dan indeks Nasdaq juga menguat 1,41 persen.

Indeks saham Eropa berhasil ditutup menghijau, dengan kenaikan indeks FTSE 1,4 persen diikuti indeks Xetra Dax yang juga naik 1,44 persen.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

[POPULER MONEY] Wapres Usul Bansos Dicabut Jika Penerimanya Main Judi Oline | Apakah Pedagang yang Tolak Pembayaran 'Cash' Melanggar Aturan?

[POPULER MONEY] Wapres Usul Bansos Dicabut Jika Penerimanya Main Judi Oline | Apakah Pedagang yang Tolak Pembayaran "Cash" Melanggar Aturan?

Whats New
Pemerintah Susun Peta Jalan Sawit Indonesia Emas 2045, Ini Manfaatnya

Pemerintah Susun Peta Jalan Sawit Indonesia Emas 2045, Ini Manfaatnya

Whats New
Mendag Temukan Keramik Impor Ilegal dari China Senilai Rp 79,8 Miliar

Mendag Temukan Keramik Impor Ilegal dari China Senilai Rp 79,8 Miliar

Whats New
Mendag Pastikan HET Minyak Goreng MinyaKita Naik Minggu Depan

Mendag Pastikan HET Minyak Goreng MinyaKita Naik Minggu Depan

Whats New
Impor Beras Bulog Kena Denda di Pelabuhan, Kok Bisa?

Impor Beras Bulog Kena Denda di Pelabuhan, Kok Bisa?

Whats New
Luhut Janji Bakal Tutup Tambang yang Langgar Aturan Lingkungan

Luhut Janji Bakal Tutup Tambang yang Langgar Aturan Lingkungan

Whats New
Luhut Bilang, Negara Akan Danai Makan Bergizi, Dimulai Rp 20 Triliun

Luhut Bilang, Negara Akan Danai Makan Bergizi, Dimulai Rp 20 Triliun

Whats New
Cara Mengatasi ATM BCA Terblokir Tanpa ke Bank, Cukup Buka HP

Cara Mengatasi ATM BCA Terblokir Tanpa ke Bank, Cukup Buka HP

Spend Smart
Ada Indikasi 'Fraud' Indofarma, Kementerian BUMN Bakal Tempuh Jalur Hukum

Ada Indikasi "Fraud" Indofarma, Kementerian BUMN Bakal Tempuh Jalur Hukum

Whats New
AS Mau Kembangkan Kendaraan Listrik, Luhut: Mustahil Bisa Tanpa Indonesia

AS Mau Kembangkan Kendaraan Listrik, Luhut: Mustahil Bisa Tanpa Indonesia

Whats New
5 Cara Blokir ATM BCA, Bisa dari HP Tanpa Perlu ke Bank

5 Cara Blokir ATM BCA, Bisa dari HP Tanpa Perlu ke Bank

Spend Smart
Asosiasi Sebut Kenaikan Cukai Hasil Tembakau Berpotensi Bikin Rokok Ilegal Marak

Asosiasi Sebut Kenaikan Cukai Hasil Tembakau Berpotensi Bikin Rokok Ilegal Marak

Whats New
Unilever Bakal Tebar Dividen Rp 2,9 Triliun, Cek Jadwalnya

Unilever Bakal Tebar Dividen Rp 2,9 Triliun, Cek Jadwalnya

Whats New
Industri Asuransi Umum Raup Pendapatan Premi Rp 32,7 Triliun hingga Kuartal I 2024

Industri Asuransi Umum Raup Pendapatan Premi Rp 32,7 Triliun hingga Kuartal I 2024

Whats New
Minat Investasi SBN 2024? Ini Jadwal Penerbitannya

Minat Investasi SBN 2024? Ini Jadwal Penerbitannya

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com