Kompas.com - 08/05/2020, 21:05 WIB
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Hubungan Internasional, Shinta Kamdani KOMPAS.com/ Ambaranie NadiaWakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Hubungan Internasional, Shinta Kamdani

JAKARTA, KOMPAS.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin Indonesia) menyebut sudah banyak perusahaan yang hampir mengajukan kepailitan sejak wabah pandemi virus corona. Karenanya, pemerintah disarankan untuk memberikan bantuan yang efektif untuk menangani hal tersebut.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Shinta Wijaya Kamdani menyebutkan khususnya sektor-sektor terkait hospitality sudah banyak yang hampir mengajukan kepailitan. Terlebih belum ada kepastian kapan wabah pandemi virus corona ini berakhir.

Karenanya, ia menilai jika semakin lama membiarkan kondisi wabah seperti ini dan pemerintah tidak memberikan relaksasi tekanan finansial yang efektif kepada pelaku usaha sektor riil yang terkena dampak maka opsi gulung tikar akan semakin banyak dipilih pengusaha.

Baca juga: Sri Mulyani: Pelonggaran PSBB Tentu Dilakukan Berdasarkan Data

"Khususnya pelaku usaha di sektor-sektor yang mengalami tekanan terbesar karena wabah seperti sektor jasa pariwisata dan pendukungnya," ujarnya kepada kontan.co.id, Jumat (8/5/2020).

Untuk mencegah lebih banyak pengusaha yang gulung tikar atau pelaku usaha yang mengambil opsi gulung tikar atau menghentikan operasi usaha secara sementara, Shinta menyarankan pemerintah harus memberikan bantuan yang efektif merelaksasi tekanan terhadap kondisi finansial perusahaan.

Menurutnya, hal tersebut harus dilakukan dari dua arah, yakni dari sisi pembebanan biaya-biaya usaha khususnya fixed cost seperti beban listrik, biaya tenaga kerja non-gaji, beban pajak, dan lain-lain.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Sri Mulyani Soal Bansos: Masalahnya Bukan di Anggaran...

Kedua, dari sisi penerimaan, khususnya dalam bentuk modal seperti restrukturisasi kredit, penurunan suku bunga pinjaman riil, atau fresh capital injection.

"Kebijakan-kebijakan ini yang dilakukan dihampir semua negara untuk menekan dampak negatif wabah agar tidak menjadi krisis ekonomi yang lebih serius di sektor riil," tuturnya.

Ia mencontoh Jerman yang memberikan suntikan dana langsung (fresh capital injection) ke seluruh pelaku usahanya untuk memastikan tidak banyak perusahaan yang gulung tikar.

Baca juga: Pertamini Kian Menjamur, BPH Migas: Mau Kami Awasi tapi Tidak Bisa

Halaman:


Sumber
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.