Rekam Jejak Edi Sukmoro, Dirut KAI yang Dicopot Erick Thohir

Kompas.com - 10/05/2020, 07:14 WIB
Direktur Utama (Dirut) PT KAI Edi Sukmoro dalam soft launching KA Bandara Adi Soemarmo di Solo, Jawa Tengah, Minggu (29/12/2019). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIDirektur Utama (Dirut) PT KAI Edi Sukmoro dalam soft launching KA Bandara Adi Soemarmo di Solo, Jawa Tengah, Minggu (29/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir merombak jajaran direksi di PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI. Posisi Edi Sukmoro sebagai Direktur Utama KAI kini telah beralih dan dijabat oleh Didiek Hartantyo yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Keuangan.

Pencopotan Edi dari posisi Dirut KAI tertuang dalam SK-142/MBU/05/2020 tentang Pemberhentian, Pengalihan Tugas, dan Pengangkatan Anggota Direksi KAI.

"Mengalihkan penugasan Saudara Didiek Hartantyo, yang semula sebagai Direktur Keuangan menjadi Direktur Utama Perusahaan Perseroan PT Kereta Api Indonesia, dengan masa jabatan meneruskan sisa masa jabatan," isi dari salinan SK tersebut seperti dikutip Minggu (10/5/2020).

Dilihat dari rekam jejaknya, profil Edi Sukmoro merupakan wajah lama di BUMN. Dia menjabat sebagai Dirut KAI selama dua periode sejak tahun 2014 atau sejak Menteri BUMN Rini Soemarno.

Baca juga: Erick Thohir Angkat Didiek Hartantyo sebagai Dirut KAI Gantikan Edi Sukmoro

Sosoknya dianggap sebagai figur yang melanjutkan pembenahan besar-besaran di tubuh KAI melanjutkan pendahulunya, Ignasius Jonan, yang kala itu didapuk menjadi Menteri Perhubungan.

Di bawah kepemimpinan pria kelahiran Semarang 61 tahun yang lalu ini, KAI dikenal banyak mengadopsi teknologi di semua lini layanan dan operasi KAI.

Sebelum berkarir di KAI, jebolan Teknik Sipil ITB ini sempat bekerja di PT PLN (Persero). Di perusahaan setrum negara, Edi mengawali karirnya sebagai cost engineering hingga mencapai puncak karir sebagai Wakil Direktur Umum dan Manajemen di tahun 2009.

Baru di tahun 2013, dirinya memutuskan berlabuh ke KAI sebagai Direktur Pengelolaan Aset Nonrailways. Saat itu, kepindahannya ke KAI tak lepas dari permintaan Ignasius Jonan untuk membenahi perkeretaapian Indonesia.

Baca juga: Terimbas Pandemi, Garuda dan KAI Pastikan Karyawan Tetap Dapat THR

Tersandung kontroversi

Awal Januari lalu atau saat Jakarta diterjang banjir besar, Edi sempat tersandung kontroversi. Edi dikritik lantaran karena diperlakukan seperti raja.

Videonya yang naik getek berkursi saat meninjau banjir di Stasiun Bukit Duri dikecam warganet dan sempat menjadi trending topic.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X