Kompas.com - 10/05/2020, 12:36 WIB
Foto dirilis Kamis (28/4/2020), menunjukkan warga melintasi toko yang tutup di pertokoan Sarinah menjelang diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akibat merebaknya wabah Covid-19 di Jakarta. Imbas wabah Covid-19, gejolak pada aspek kesehatan turut merembet ke sektor ekonomi dengan sebagian besar aktivitas ekonomi di Tanah Air terhenti. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAFoto dirilis Kamis (28/4/2020), menunjukkan warga melintasi toko yang tutup di pertokoan Sarinah menjelang diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akibat merebaknya wabah Covid-19 di Jakarta. Imbas wabah Covid-19, gejolak pada aspek kesehatan turut merembet ke sektor ekonomi dengan sebagian besar aktivitas ekonomi di Tanah Air terhenti.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Sarinah (Persero) tengah jadi sorotan menyusul rencana renovasi besar-besaran gedung miliknya yang berada di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat. Sarinah meminta semua tenant-tenant di gedungnya untuk tutup permanen, termasuk restoran cepat saji McDonald's.

Selain dikenal sebagai pemilik departemen store, Sarinah juga populer sebagai perusahaan importir minuman keras atau miras. Miras tersebut disalurkan di 15 toko bebas pajak miliknya yang tersebar di berbagai daerah.

Sebagai salah satu pemain importir miras terbesar di Indonesia, minuman beralkohol yang diimpor Sarinah jumlahnya mencapai ratusan merek yang didatangkan dari Australia, Prancis, Belanda, dan sejumlah negara Eropa.

Selain minuman alkohol, komoditas lain yang banyak diimpor BUMN ini antara lain beras khusus seperti basmati, calrose, dan japonica. Pada tahun 2018, impor beras khusus Sarinah bahkan mencapai 474.902 ton.

Baca juga: Erick Thohir: Sarinah Proyek Pak Soekarno yang Luar Biasa...

Sarinah juga menjadi perusahaan pelat merah yang memegang izin impor bahan kimia seperti sodium sakarin dan siklamat.

Sebagai BUMN di sektor perdagangan, Sarinah saat ini memiliki cabang toko di sejumlah kota seperti Malang, Medan, Makassar, Bali, Semarang, Bandung, Yogyakarta, Solo, Pekanbaru, Labuan Bajo, dan Tangerang.

Bisnis lain di luar usaha impor yakni penyewaan ruang, money changer, dan properti. Tercatat ada dua hotel yang dimiliki Sarinah yakni Hotel Braga di Bandung dan Hotel Sari Pasific Jakarta yang dikelola PT Sari Arthamas Hotel International (saham 50 persen).

Sementara untuk usaha valutas asing atau valas, Sarinah memiliki anak usaha PT Sari Valuta Asing yang jadi salah satu unit pendukung Sarinah Departement Store.

Baca juga: Sejarah Gedung Sarinah, Dibangun Soekarno dari Pampasan Perang Jepang

Perusahaan ini juga merambah masuk dalam bisnis ekspor barang-barang dari Indonesia di antaranya mebel, kayu rotan, batik, beriket arang, dan berbagai jenis kerajinan kayu.

Sebelumnya, Menteri BUMN, Erick Thohir, menyebut kalau Sarinah perlu melakukan pembenahan agar bisa bertahan di tengah persaingan yang semakin sengit, apalagi dengan semakin masifnya tren berbelanja online.

"Saya berkunjung ke Sarinah kemarin, selain mencari beberapa barang untuk isi kantor, saya ingin melihat langsung proses bisnis dan juga kondisi Sarinah saat ini," kata Erick.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Simak Cara Membuat NPWP Online, Mudah dan Cepat

Simak Cara Membuat NPWP Online, Mudah dan Cepat

Work Smart
[TREN LOVE KOMPASIANA] Move On Bukan Berarti Melupakan | Kriteria Pasangan Hidup, Good Looking atau Good Attitude?

[TREN LOVE KOMPASIANA] Move On Bukan Berarti Melupakan | Kriteria Pasangan Hidup, Good Looking atau Good Attitude?

Rilis
 Dukung Petani, Kementan Siapkan Stok Pupuk Subsidi 3 Kali Lipat

Dukung Petani, Kementan Siapkan Stok Pupuk Subsidi 3 Kali Lipat

Whats New
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Kapal di Gresik

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Kapal di Gresik

Whats New
Dukung Puasa Tetap Aman dan Nyaman, ShopeePay Hadirkan 'Super Online Deals'

Dukung Puasa Tetap Aman dan Nyaman, ShopeePay Hadirkan "Super Online Deals"

Whats New
Erick Thohir Hingga Sri Mulyani Digugat di PN Jakpus, Ini Perkaranya

Erick Thohir Hingga Sri Mulyani Digugat di PN Jakpus, Ini Perkaranya

Whats New
Menko Airlangga: Praktik Korupsi Terbukti Menghambat Laju Investasi

Menko Airlangga: Praktik Korupsi Terbukti Menghambat Laju Investasi

Rilis
Mudik Lebaran Dilarang, KAI Masih Jual Tiket Kereta Hingga 30 April

Mudik Lebaran Dilarang, KAI Masih Jual Tiket Kereta Hingga 30 April

Whats New
Garam Klungkung Bali Tembus Pasar AS, Omzet Penjual Capai Rp 100 Juta Per Bulan

Garam Klungkung Bali Tembus Pasar AS, Omzet Penjual Capai Rp 100 Juta Per Bulan

Smartpreneur
BCA Syariah Jalin Kerja Sama dengan Kemenag Untuk Kelola Dana Layanan Haji

BCA Syariah Jalin Kerja Sama dengan Kemenag Untuk Kelola Dana Layanan Haji

Rilis
LMKN: Tarif Royalti Musik dan Lagu di Indonesia Sudah Sangat Rendah

LMKN: Tarif Royalti Musik dan Lagu di Indonesia Sudah Sangat Rendah

Whats New
Luhut Minta KPK Pelototi Setiap Mega Proyek Pemerintah

Luhut Minta KPK Pelototi Setiap Mega Proyek Pemerintah

Whats New
Selama Ramadhan, KAI Izinkan Penumpang Sahur dan Buka Puasa di Kereta

Selama Ramadhan, KAI Izinkan Penumpang Sahur dan Buka Puasa di Kereta

Whats New
Ada 20 Perusahaan Dalam Proses IPO di BEI, Sektor Konsumer Paling Banyak

Ada 20 Perusahaan Dalam Proses IPO di BEI, Sektor Konsumer Paling Banyak

Whats New
Diskon Listrik Pelanggan 220 VA hingga 1.300 VA ke Atas Resmi Diperpanjang

Diskon Listrik Pelanggan 220 VA hingga 1.300 VA ke Atas Resmi Diperpanjang

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X