[SEPEKAN MONEY] 500 TKA China | Telur Infertil | Mall Buka 8 Juni

Kompas.com - 10/05/2020, 13:44 WIB
Suasana di lapak relokasi Pasar Tradisional Lemabang Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (5/5/2020). Pasar Tradisional Lemabang yang mulai menerapkan jaga jarak dengan menyediakan lapak relokasi ini terkendala kurangnya lahan bagi pedagang dan padatnya pembeli. ANTARA FOTO/FENY SELLYSuasana di lapak relokasi Pasar Tradisional Lemabang Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (5/5/2020). Pasar Tradisional Lemabang yang mulai menerapkan jaga jarak dengan menyediakan lapak relokasi ini terkendala kurangnya lahan bagi pedagang dan padatnya pembeli.

JAKARTA, KOMPAS.com - Berbagai berita dan peristiwa mewarnai sepekan ini. Soal Kemenaker yang memberi izin kepada 500 TKA asal China menjadi salah satu berita yang paling banyak dicari pembaca Kompas.com pekan ini.

Terkait hal itu Dirjen Binapenta dan PKK Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Aris Wahyudi mengatakan, perusahaan yang akan mendatangkan 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China sudah berupaya mencari pekerja lokal.

Kedua perusahaan tersebut yakni PT Virtue Dragon Nickel Industry dan PT Obsidian Stainless Steel yang berlokasi di Sulawesi Tenggara.

Selain soal 500 TKA China, kajian awal Pemerintah dalam menentukan kebijakan pemulihan ekonomi dari pandemi Covid-19 juga menjadi salah satu perhatian pembaca.

Berikut berita-berita yang populer sepekan ini.

1. Dilarang Dijual di Pasar, Apa Itu Telur Ayam Infertil?

Pemerintah lewat Kementerian Pertanian (Kementan) melarang peredaran telur ayam infertil. Meski demikiannya kenyataannya di lapangan, telur yang di kalangan peternak lebih dikenal dengan nama telur HE (hatched egg) ini banyak dijual di pasar.

Larangan menjual telur HE diatur dalam Permentan Nomor 32/Permentan/PK.230/2017 diatur tentang Penyediaan, Peredaran dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi.

Dalam Bab III pasal 13 disebutkan, pelaku usaha integrasi, pembibit GPS, pembibit PS, pelaku usaha mandiri dan koperasi dilarang memperjualbelikan telur tertunas dan infertil sebagai telur konsumsi.

Telur HE sendiri umumnya berasal dari perusahaan-perusahaan pembibitan (breeding) ayam broiler atau ayam pedaging. Di mana telur yang tidak menetas atau sengaja tak ditetaskan, seharusnya tak dijual sebagai telur konsumsi di pasar.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X