Baru 98.000 Pekerja Terdampak Corona yang Daftar Kartu Prakerja

Kompas.com - 11/05/2020, 20:55 WIB
Petugas mendampingi warga yang melakukan pendaftaran calon peserta Kartu Prakerja di LTSA-UPT P2TK di Surabaya, Jawa Timur, Senin (13/4/2020). Pemprov Jawa Timur membuka 56 posko yang tersebar di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur untuk memberikan pelayanan dan pendampingan kepada masyarakat yang terdampak COVID-19 dalam mendaftar program Kartu Prakerja. ANTARA FOTO/Moch Asim/wsj. ANTARA FOTO/Moch AsimPetugas mendampingi warga yang melakukan pendaftaran calon peserta Kartu Prakerja di LTSA-UPT P2TK di Surabaya, Jawa Timur, Senin (13/4/2020). Pemprov Jawa Timur membuka 56 posko yang tersebar di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur untuk memberikan pelayanan dan pendampingan kepada masyarakat yang terdampak COVID-19 dalam mendaftar program Kartu Prakerja. ANTARA FOTO/Moch Asim/wsj.

JAKARTA, KOMPAS.com - Manajemen pelaksana (Project Managemet Office/PMO) program Kartu Prakerja menyatakan, dari 1,7 juta pekerja terdampak corona yang direkomendasikan oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dan BPJamsostek, baru 98.000 orang yang mendaftar sebagai peserta Kartu Prakerja melalui laman resmi prakerja.go.id.

Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Prakerja Panji Winanteya Ruky mengatakan, pada rencana awal dalam proses seleksi peserta Kartu Prakerja, sebanyak 80 persen hingga 90 persen sisanya, sebesar 10 persen hingga 20 persen merupakan peserta umum.

"Namun kalau belum ada pendafataran dari kelompok prioritas maka komite memutuskan tiap gelombbang berapa yang diberi untuk tiap Kementerian/Lembaga (K/L) atau asosiasi atau kelompok umum, itu dinamis tiap minggu," ujar Panji ketika memberikan keterangand dalam video conference, Senin (11/5/2020).

Baca juga: Kartu Prakerja Baru Cairkan Dana Insentif ke 51.255 Peserta

Namun demikian, Panji memastikan dalam proses seleksi peserta gelombang pertama dan kedua manajemen pelaksana telah mengutamakan rekomendasi dari Kemenaker.

Hal yang sama juga berlaku untuk peserta gelombang III yang sedang dalam proses, serta gelombang-gelombang berikutnya.

"Gelombang II dan III pun diutamakan dari 1,7 juta Kemenaker itu, baru 100.000 orang yang dafar," ujar dia.

Sebagai informasi, untuk saat ini ada 456.265 orang peserta yang berhasil lolos mendapatkan Kartu Prakerja. Jumlah tersebut terdiri atas 168.111 peserta gelombang I dan 288.154 peserta gelombang II.

Saat ini, PMO masih dalam proses pengolahan data untuk peserta gelombang III Kartu Prakerja.

Panji mengatakan, untuk gelombang III dari yang rencananya akan disaring 300.000 peserta hanya akan meloloskan sekitar 224.000 peserta.

Sementara untuk gelombang IV, pihaknya masih belum bisa memastikan kapan dibuka lantaran manajemen pelaksana masih fokus menyelesaikan backlog pencairan insentif paska pelatihan serta menunggu pekerja terdampak Covid-19 rekomendasi Kemenaker mendaftar di situs Kartu Prakerja.

"Maka kami tunda juga gelombang IV untuk memberi kesempatan pekerja yang didata Kemenaker untuk daftar. Sehingga mayoritas gelombang IV akan dari sana," ujar Panji.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pandemi Bikin Transaksi Belanja Online Produk Kosmetik Naik 80 Persen

Pandemi Bikin Transaksi Belanja Online Produk Kosmetik Naik 80 Persen

Spend Smart
Gara-gara Rambut Susah Diatur, Akhirnya Mulai Bisnis Pomade Buatan Sendiri

Gara-gara Rambut Susah Diatur, Akhirnya Mulai Bisnis Pomade Buatan Sendiri

Smartpreneur
AirAsia Dapat Peringkat Tertinggi untuk Health Rating Versi Airlinerating

AirAsia Dapat Peringkat Tertinggi untuk Health Rating Versi Airlinerating

Rilis
Mendag Dorong UMKM Pasarkan Produk Secara Offline dan Online di Masa Pandemi

Mendag Dorong UMKM Pasarkan Produk Secara Offline dan Online di Masa Pandemi

Whats New
Sejumlah Program di Sektor Ketenagakerjaan Ini Bantu 32,6 Juta Orang Selama Pandemi, Apa Saja?

Sejumlah Program di Sektor Ketenagakerjaan Ini Bantu 32,6 Juta Orang Selama Pandemi, Apa Saja?

Whats New
Perlu Diskresi untuk Koperasi Multipihak

Perlu Diskresi untuk Koperasi Multipihak

Whats New
Wamendag: RCEP Bakal Berkontribusi Besar pada Ekonomi ASEAN

Wamendag: RCEP Bakal Berkontribusi Besar pada Ekonomi ASEAN

Whats New
IPC Lanjutkan Pembangunan Terminal Kalibaru, Ditargetkan Beroperasi 2023

IPC Lanjutkan Pembangunan Terminal Kalibaru, Ditargetkan Beroperasi 2023

Rilis
Ignasius Jonan Diangkat Jadi Komisaris Independen Sido Muncul

Ignasius Jonan Diangkat Jadi Komisaris Independen Sido Muncul

Whats New
Menaker: 2,1 juta Korban PHK Harusnya Dapat Karpet Merah, Hanya 95.559 yang Lolos Kartu Prakerja!

Menaker: 2,1 juta Korban PHK Harusnya Dapat Karpet Merah, Hanya 95.559 yang Lolos Kartu Prakerja!

Whats New
5 Tahun Beroperasi, Mandiri Capital Suntik Dana ke 14 Startup dengan Total Rp 1 Triliun

5 Tahun Beroperasi, Mandiri Capital Suntik Dana ke 14 Startup dengan Total Rp 1 Triliun

Whats New
Jelang Natal dan Tahun Baru, DAMRI Siapkan Ribuan Armada Bus Sehat

Jelang Natal dan Tahun Baru, DAMRI Siapkan Ribuan Armada Bus Sehat

Rilis
Profil Edhy Prabowo: Mantan Prajurit, Jagoan Silat, hingga Pengusaha

Profil Edhy Prabowo: Mantan Prajurit, Jagoan Silat, hingga Pengusaha

Whats New
5 Tips Mengatur Keuangan Keluarga

5 Tips Mengatur Keuangan Keluarga

Earn Smart
Organda Keluhkan Kualitas Aspal Jalan Tol Trans Sumatera

Organda Keluhkan Kualitas Aspal Jalan Tol Trans Sumatera

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X