Bappenas: Saat Ada Bansos, Pemda Bilang Jumlah Orang Miskin Bertambah

Kompas.com - 12/05/2020, 12:49 WIB
Kepala Bappenas Suharso Monoarfa di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (25/2/2020). KOMPAS.com/IhsanuddinKepala Bappenas Suharso Monoarfa di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (25/2/2020).
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengungkapkan banyak pemerintah daerah (Pemda) yang kerap menyuguhkan data kemiskinan secara tidak konsisten.

Hal tersebut ia sampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Pembangunan (RKP) Pusat yang disiarkan melalui kanal Youtube, Jakarta, Selasa (12/5/2020),

“Banyak daerah (Pemda) ketika ditanya jumlah orang miskin, karena ingin daerahnya dicatat telah sukses menurunkan jumlah orang miskin, maka jumlahnya dikurangi," ujar Suharso.

Baca juga: Maskapai Ini Beri 100.000 Tiket Gratis untuk Tenaga Medis di Seluruh Dunia

"Tapi ketika ada pembagian bantuan sosial, daerah (Pemda) pun mengatakan jumlah orang miskin bertambah. Itu sebelum pandemi pun terjadi,” sambungnya.

Suharso meminta agar data penduduk terus diperbaiki. Sebab hal tersebut akan berkaitan dengan pembagian bansos kepada masyarakat miskin.

Jika data penduduk miskin yang disampaikan tidak benar, maka bantuan sosial dari pemerintah pun tidak akan tepat sasaran.

Terkait RKP, Suharso mengatakan tema yang diangkat yakni melakukan redisain sistem kesehatan nasional. Ia menilai menilai reformasi di bidang kesehatan sangatlah penting.

Suharso mengatakan, Presiden Jokowi sudah menginstruksikan perlunya redisain perlindungan sosial dan ketahanan bencana. Rencananya redisain bidang kesehatan dimulai pada 2021.

Baca juga: THR PNS Cair Jumat, Pegawai Swasta Bersabar Dulu

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X