Soekarno-Hatta Masuk Peringkat Ke-35 Bandara Terbaik di Dunia

Kompas.com - 13/05/2020, 11:13 WIB
Ilustrasi departure hall Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Indonesia.  Bandara Soekarno-Hatta menempati World?s Top 100 Airports 2020 peringkat ke-35 versi Skytrax World Airport Awards 2020. SHUTTERSTOCK/PARAMET SARAIlustrasi departure hall Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Indonesia. Bandara Soekarno-Hatta menempati World?s Top 100 Airports 2020 peringkat ke-35 versi Skytrax World Airport Awards 2020.

JAKARTA, KOMPAS.com – Bandara International Soekarno-Hatta (CGK) berhasil meraih World's Top 100 Airports 2020 pada peringkat ke-35 berdasarkan World Airport Survey Skytrax by Air Travellers dari 100 bandara terbaik lainnya.

Sementara untuk kategori World's Best Airport By Passenger Number, Bandara Internasional Soekarno-Hatta berhasil menduduki peringkat ke-4 dunia dengan total 60 sampai dengan 70 juta penumpang, atau naik 6 peringkat selama periode survei September 2019 sampai dengan Februari 2020.

Tahun sebelumnya, Bandara International Soekarno-Hatta masuk dalam peringkat ke 40 sebagai bandara terbaik di dunia, atau naik 5 peringkat dari tahun 2018 yang masuk pada peringkat ke 45.

Pada tahun 2017 masuk pada peringkat ke 44. Ini membuktikan dari tahun ke tahun Bandara International Soekarno-Hatta terus menunjukkan perbaikan.


Baca juga: Ada Corona, Bandara Soekarno-Hatta Masih Layani 200.000 Penumpang Per Hari

President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin menyebut penghargaan yang diperoleh dari Skytrax ini adalah hasil dari peningkatan bentuk layanan dan fasilitas yang ada di Bandara Soekarno-Hatta saat ini.

“Setiap tahunnya pengembangan dilakukan di Soekarno-Hatta sehingga traveler merasa nyaman serta puas terhadap layanan dan fasilitas yang ada. Ini juga tidak lepas dari peran seluruh stakeholder di Soekarno-Hatta. Kerja sama dan kerja keras para stakeholder mendapat pengakuan dari traveler,” ujar Muhammad Awaluddin, melalui siaran pers, Selasa (12/5/2020).

Adapun peringkat bandara tebaik ini diperoleh karena penerapan transformasi digital di bandara Soeta berupa Digitally Ready Enterprise melalui pemanfaatan state of the art technology.

Selain itu, Bandara Soekarno-Hatta juga menjadi tempat pengembangan platform digital, baik pada fasilitas dan operasional. Implementasi transformasi digital juga mencakup Terminal Operation Center (TOC), Airport Operation Control Center (AOCC), aplikasi iPerform, Digital Droid, i-Millennial Airport Travel Experience (i-Mate Lounge), dan banyak lagi.

Bandara Soekarno-Hatta juga mengoperasikan sejumlah peralatan otonom (autonomous equipment) seperti mesin pembersih lantai robotic (robotic scrubber drier) dan digital droid atau robot DiLo yang bisa berperan sebagai customer service.

Selanjutnya, sisitem transportasi publik di Soekarno-Hatta juga masuk dalam kategori modern dan mengandalkan kecanggihan teknologi . Misalkan saja Skytrain, Kereta Bandara, hingga taksi listrik.

Saat kondisi pandemi Covid-19, Bandara Soekarno-Hatta juga memiliki layanan Virtual Customer Assistant (VICA) yang dapat diakses melalui aplikasi INAirports.

VICA juga mampu mengubah layanan customer assistant dari mulai tatap sampai dengan virtual sehingga mampu mendukung penerapan physical distancing.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X