Kuartal III 2020, Pemerintah Bakal Gelontorkan Stimulus untuk Pariwisata

Kompas.com - 13/05/2020, 12:55 WIB
Ilustrasi pariwisata Indonesia Dokumentasi Biro Komunikasi KemenparekrafIlustrasi pariwisata Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah merancang berbagai skenario dalam rangka pemulihan ekonomi nasional dalam rangka menangani pandemi virus corona (Covid-19).

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Nathan Kacaribu mengatakan, jika pada kuartal III mendatang mulai terjadi pergerakan ekonomi, maka pemerintah akan memperluas stimulus konsumsi untuk kelas menengah ke atas.

Stimulus tersebut, nantinya dalam bentuk diskon tiket pesawat ke destinasi wisata serta insentif pajak hotel atau restoran yang sebelumnya menjadi stimulus tahap I dengan alokasi anggaran Rp 3,8 triliun.

Baca juga: Pariwisata Lesu, Bali Kini Jadikan Sektor Pertanian Tumpuan Utama

Selain itu, juga stimulus untuk penguatan aggregate demand (dukungan sektor pariwisata seperti voucher makanan secara online) dengan alokasi anggaran hingga Rp 25 triliun.

"Ke depan mulai memikirkan untuk perluasan stimulus konsumsi kelas menengah, terutama akan sangat diperlukan kalau kuartal III akan ada pergerakan ekonomi, apalagi di kuartal IV," ujar Febrio ketika memberikan penjelasan melalui konferensi video, Rabu (13/5/2020).

"Kalau kuartal III nanti sudah nggak sabar jalan-jalan, nanti sudah ada niat jalan-jalan, akan dibuat stimulus pariwisata, restoran, dan transportasi. Mudah-mudahan terlihat di kuartal III dan IV untuk mendorong konsumsi," jelas Febrio.

Seperti diketahui, pemerintah sebelumnya telah mengalokasikan anggaran untuk mendukung kemampuan konsumsi kelompok miskin dan rentan sebesar Rp 65 triliun.

Baca juga: Pariwisata Terimbas Covid-19, Pengusaha Hotel Dukung Program Kartu Prakerja

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bahkan sempat menyatakan, stimulus berupa bansos tersebut mampu mencakup 60 persen penduduk Indonesia.

Luasnya cakupan bansos tersebut, ujar Sri Mulyani meliputi dukungan pemerintah di tingkat rumah tangga hingga ekspansi bantuan sosial seperti melalui Program Kartu Prakerja.

"Kalau Rp 65 triliun dukungan rumah tangga tadi bisa mencakup 103 juta individu Indonesia yang mendapat bansos, atau sekitar 29,1 juta keluarga, ini mencakup hampir di atas 40 persen terbawah penduduk Indonesia," ujar Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Kamis (30/4/2020).

"Kalau dengan ekspansi bansos Kartu Prakerja, masyarakat yang dapat bantuan pemerintah capai 60 persen desil terbawah. Lebih dari separuh rakyat kita mungkin tersentuh bansos melalui satu atau lain hal," jelas dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X