Erick Thohir Perintahkan Perum Perindo Serap 3.000 Ton Ikan per Bulan

Kompas.com - 13/05/2020, 22:11 WIB
Bongkar Hasil Tangkapan - Pekerja membongkar ikan cakalang hasil tangkapan sebuah kapal penangkap ikan samudera di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta. KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Bongkar Hasil Tangkapan - Pekerja membongkar ikan cakalang hasil tangkapan sebuah kapal penangkap ikan samudera di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memerintahkan Perum Perindo untuk menyerap produk perikanan hasil tangkapan nelayan dan pembudidaya ikan sebesar 3.000 ton setiap bulannya.

Amanat ini tertuang dalam surat Persetujuan Penugasan Penyerapan Produk Perikanan tertanggal 12 Mei 2020. Adapun produk perikanan yang diserap oleh Perum Perindo antara lain ikan tongkol, ikan kembung, ikan cakalang, dan ikan hasil budidaya dari petambak.

Mekanisme pendistribusian ikan yang diserap merupakan bagian dari Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan paket sembako untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM), melalui program Kementerian Sosial maupun program Pemerintah Daerah.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Rp 149 Triliun untuk BUMN, Buat Apa?

Direktur Utama Perum Perindo Farida Mokodompit mengaku siap menjalankan amanat tersebut. Kendati begitu, penyerapan ikan 3.000 ton per bulan membutuhkan dana yang tidak sedikit sehingga dukungan sumber pembiayaan akan sangat membantu.

“Dukungan pembiayaan  diperlukan untuk meningkatkan kapasitas pembelian hasil tangkapan nelayan dan hasil budidaya petambak,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/5/2020).

Kementerian BUMN memberikan opsi sumber pembiayaan dalam rangka penyerapan ikan tersebut. Adapun sumber dana tersebut antara lain pinjaman bank Himbara atau melalui Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP) di bawah koordinasi Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Dalam kurun Januari-April 2020, Perum Perindo telah menyerap 1,6 juta kg ikan atau 1.832 ton. Penyerapan ikan hasil tangkapan nelayan dilakukan di 14 titik cabang dan unit Perum Perindo antara lain Jakarta, Brondong, Prigi, Belawan, Pekalongan, Pemangkat, Makasar, Bitung, Natuna, Tahuna dan Bacan.

Baca juga: Erick Thohir: Sarinah Proyek Pak Soekarno yang Luar Biasa...

Perum Perindo akan memperluas penyerapan hasil perikanan nelayan di berbagai wilayah Indonesia.Perum Perindo juga akan berkoordinasi dengan pihak lain, untuk memperluas penyerapan.

“(Penyerapan) yang pertama tentu saja di lokasi-lokasi kami. Kami juga akan berkoordinasi dengan Ditjen Perikanan Tangkap KKP misalnya, yang memiliki data  nelayan-nelayan yang ikannya belum terjual atau belum didistribusikan,” kata Farida.

Untuk tahap awal, kata dia, Perum Perindo merencanakan menyerap hasil tangkapan nelayan dan hasil budidaya petambak di 6 wilayah di Indonesia.  Keenam wilayah tersebut antara lain Natuna, Tahuna, Ternate, Bacan, Merauke dan Sulawesi Selatan.

Baca juga: BUMN: Dana Talangan Modal Kerja Tak Akan Digunakan untuk Bayar Utang



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X