Bank Mandiri Tuntaskan Penerbitan EMTN Senilai Rp 7,5 Triliun

Kompas.com - 14/05/2020, 07:00 WIB
Bank Mandiri permudah layanan transaksi perusahaan di tengah pandemi Covid-19. ShutterstockBank Mandiri permudah layanan transaksi perusahaan di tengah pandemi Covid-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk telah menyelesaikan penerbitan Euro Medium Term Note (surat utang senior dengan bunga tetap yang tidak dijamin) sebesar 500 juta dollar AS atau setara dengan Rp 7,5 triliun (kurs Rp 15.000 per dollar AS).

Hal tersebut disampaikan oleh Corporate Secretary Bank Mandiri Rully Setiawan dalam Laporan Informasi atau Fakta Material Penerbitan Global Bonds/EMTN kepada Bursa Efek Indonesia.

"Pada tanggal 13 Mei 2020, perseroan telah menyelesaikan penerbitan kedua EMTN 500 juta dollar AS dengan tingkat bunga 4,75 persen per tahun dan tenor selama 5 tahun yang akan jatuh tempo pada 13 Mei 2025," kata Rully dalam laporannya, Kamis (14/5/2020).

Baca juga: Ada 1 Juta Debitor Layak Restrukturisasi, Bank Mandiri Targetkan Akhir Juni Rampung

Rully menjelaskan, surat utang EMTN kedua ini telah ditawarkan kepada investor di luar wilayah AS, tunduk pada Regulation S berdasarkan US Securities Act of 1933, dan terdaftar di Bursa Efek Singapura (Singapore Stock Exchange).

Penerbitan Surat Utang EMTN Kedua merupakan bagian dari program EMTN perseroan dengan jumlah pokok 2 miliar dollar AS, seperti yang telah disampaikannya pada OJK melalui surat Nomor 672.

Adapun sebagai join lead managers dalam transaksi penerbitan surat utang terdiri dari CIMB Niaga Berhad, Labuan Offshore Branch, DBS Bank Ltd, Mandiri Securities Pte. Ltd, MUFG Securities Asia Limited, dan Standard Chartered Bank.

"Melalui penerbitan surat utang EMTN kedua, perseroan telah memperoleh dana yang akan digunakan untuk keperluan umum perseroan. Penerbitan Surat Utang akan memberikan dampak positif terhadap kondisi keuangan perseroan," sebut Rully.

Informasi lainnya, penerbitan EMTN kedua bukan penawaran umum di Indonesia seperti yang dimaksud pada UU Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal dan Peraturan Pelaksananya.

Penerbitan Surat Utang EMTN Kedua memiliki nilai kurang dari 20 persen ekuitas Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan bank BUMN ini per tanggal 31 Desember 2019 yang telah diaudit. Sehingga transaksi dari penerbitan surat utang bukan merupakan transaksi material.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X