Khawatir Gelombang Kedua Covid-19, IHSG Diprediksi Bakal Koreksi

Kompas.com - 14/05/2020, 08:45 WIB
Ilustrasi BEI KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIlustrasi BEI

JAKARTA, KOMPAS.com - Hari ini Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) diproyeksikan akan melanjutkan pelemahan. Sebelumnya IHSG ditutup negatif dengan penurunan 0,75 persen.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan melemahnya IHSG hari ini terdorong sentimen kekhawatiran pasar akan gelombang kedua Covid-19 yang bakal terjadi di negara yang mulai melonggarkan lockdown.

“Kelihatannya indeks bisa bergerak negatif karena pasar berhati-hati sekali dengan gelombang kedua Covid-19, apalagi kita lihat ada (penambahan) kasus baru yang di China dan Korea. Kemudian China juga merencanakan akan menerapkan lockdown di satu kota,” kata Hans kepada Kompas.com, Kamis (14/5/2020).

Baca juga: Menilik Peluang Cuan Investasi Saham di Tengah Pandemi

Gubernur Federal Reserve Jerome Powell sebelumnya sempat mengatakan, pemulihan ekonomi dalam bentuk V bukanlah perkara mudah. Ini karena pasar membutuhkan banyak stimulus dari bank central dan pemerintah. Hal ini menimbulkan sentiment negatif di pasar, yang berharap pemulihan berbentuk V.

“Jadi pasar saham berharap pemulihan bentuk V, dan mereka sudah narik kencang di pasar saham. Padahal sektor rill tidak akan seperti itu. Pernyataan Jerome yang menyebut perlu banyak upaya lagi menyebabkan pasar turun,” tambah dia.

Hans memproyeksikan IHSG berpeluang konsolidasi melemah dengan support di level 4.500 sampai dengan 4.441 dan resistance pada level 4.644 sampai dengan 4.747.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X