Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BTN: Mau Dapat Relaksasi Kredit? Debitur Jangan Sulit Dihubungi

Kompas.com - 16/05/2020, 10:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Pahala Nugraha Mansury meminta para debitur untuk tidak susah dihubungi perbankan bila ada cicilan kredit.

Pasalnya, bank bersandi saham BBTN ini mengaku masih terus melakukan restrukturisasi kredit untuk meringankan beban nasabah terdampak Covid-19. Bila sulit dihubungi, perseroan tidak tahu kondisi nasabah tengah dalam kesulitan.

"Makanya kita berharap dalam kondisi ini debitur terus bisa berkomunikasi dan bisa dihubungi oleh BTN. karena dengan begitu kita bisa tahu kebutuhan debitur ini apa sebenarnya? Apa memang butuh ada penangguhan dan sebagainya?" kata Pahala dalam konferensi video, Jumat (15/5/2020).

Baca juga: BTN Pangkas Target Pertumbuhan Kredit Jadi 2-3 Persen Pada 2020

Dia pun menuturkan, komunikasi perbankan kepada debitur bukan hanya bermaksud menagih cicilan kredit.

Pahala bilang, nasabah bisa menyampaikan keluhan sehingga perbankan mengetahui kebutuhan-kebutuhan apa yang bisa diberikan.

"Jadi ini kita imbau kepada masyarakat terus, ya kita tentunya kalau menagih bukan berarti bahwa, ya justru dalam proses interaksi dengan perbankan ini nasabah bisa menyampaikan kebutuhannya apa," ujarnya.

Namun dia mengakui, tak semua nasabah bisa mendapat relaksasi kredit. Hanya nasabah-nasabah yang telah sesuai dengan kriteria dalam aturan pemerintah yang menerima.

Baca juga: Dorong Pembiayaan Perumahan, BTN Salurkan SSB Mulai Bulan Ini

Aturan itu tertuang dalam Perppu Nomor 1 Tahun 2020 dan POJK Nomor 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian sebagai Kebijakan Countercyclical.

"Diberikan karena debitur terpengaruh Covid-19, tapi tetap harus berdiskusi dulu dengan kita agar kita bisa menilai apa yang menyebabkan debitur bisa direstrukturisasi," jelasnya.

Adapun hingga kuartal I 2020, perseroan telah merestrukturisasi 30.000 nasabah. Diperkirakan, jumlah nasabah yang mendapat restrukturisasi pada April bertambah antara 75.000 hingga 77.000 nasabah begitupun seterusnya pada bulan Mei 2020.

"Kami tidak bisa memperkirakan akan berapa banyak lagi yang akan direstrukturisasi, tapi hingga saat ini kami terus hitung dan kami berikan," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BERITA FOTO: Sri Mulyani Optimis Pertumbuhan Ekonomi RI di Atas 5 Persen

BERITA FOTO: Sri Mulyani Optimis Pertumbuhan Ekonomi RI di Atas 5 Persen

Whats New
Ada Isu Biaya Haji Naik, Pegadaian Tawarkan Produk Pembiayaan Arrum Haji

Ada Isu Biaya Haji Naik, Pegadaian Tawarkan Produk Pembiayaan Arrum Haji

Rilis
Cara Daftar BBM Subsidi Pertamina Tanpa Aplikasi dan Syaratnya

Cara Daftar BBM Subsidi Pertamina Tanpa Aplikasi dan Syaratnya

Work Smart
BERITA FOTO: Fasilitas Data Center Area31 Resmi Beroperasi

BERITA FOTO: Fasilitas Data Center Area31 Resmi Beroperasi

Whats New
PUPR Kebut Pembangunan Akses Jalan di Labuan Bajo Sebelum Pelaksanaan ASEAN Summit

PUPR Kebut Pembangunan Akses Jalan di Labuan Bajo Sebelum Pelaksanaan ASEAN Summit

Rilis
IFG Targetkan Proses Migrasi Polis Jiwasraya Bisa Rampung Tahun Ini

IFG Targetkan Proses Migrasi Polis Jiwasraya Bisa Rampung Tahun Ini

Whats New
Imbas Merosotnya Bisnis Penjualan Ventilator, Philips akan PHK 6.000 Karyawannya

Imbas Merosotnya Bisnis Penjualan Ventilator, Philips akan PHK 6.000 Karyawannya

Whats New
Sri Mulyani Yakin Ekonomi RI Tetap Kuat meski IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan

Sri Mulyani Yakin Ekonomi RI Tetap Kuat meski IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan

Whats New
Menteri Teten: Inkubator Wirausaha Penting untuk Mengembangkan Usaha

Menteri Teten: Inkubator Wirausaha Penting untuk Mengembangkan Usaha

Whats New
Pastikan Ketersediaan Beras Aman, Mentan SYL: Januari-Maret Ada Overstock 3 Juta Ton

Pastikan Ketersediaan Beras Aman, Mentan SYL: Januari-Maret Ada Overstock 3 Juta Ton

Whats New
Kelanjutan Kasus Wanaartha Life, 600 Nasabah yang Mewakili 1.400 Polis Sudah Daftar ke Tim Likuidasi

Kelanjutan Kasus Wanaartha Life, 600 Nasabah yang Mewakili 1.400 Polis Sudah Daftar ke Tim Likuidasi

Whats New
Minyakita Langka, ID Food Minta Produsen Genjot Produksi

Minyakita Langka, ID Food Minta Produsen Genjot Produksi

Whats New
Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp 1.202 Triliun di 2022, Paling Banyak Segmen Korporasi

Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp 1.202 Triliun di 2022, Paling Banyak Segmen Korporasi

Whats New
Papan Pemantauan Khusus akan Meluncur Tahun Ini

Papan Pemantauan Khusus akan Meluncur Tahun Ini

Whats New
Dipanggil Jokowi ke Istana, Buwas: Bahas Harga Beras, Bukan 'Reshuffle'

Dipanggil Jokowi ke Istana, Buwas: Bahas Harga Beras, Bukan "Reshuffle"

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+