Sri Mulyani Nilai Pandemi Covid-19 Adalah Ujian Generasi

Kompas.com - 17/05/2020, 20:05 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (24/2/2019). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (24/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai pandemi Covid-19 sebagai ujian generasi, termasuk generasi muda Indonesia.

Hal itu ia sampaikan saat memberikan orasi ilmiah kepada mahasiswa jurusan magister Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) pada Jumat (15/5/2020).

" Pandemi Covid-19 adalah tragedi yang mungkin terjadi sekali saja dalam hidup," ujarnya dikutip dari akun Instagram @smindrawati, Jakarta, Minggu (17/5/2020).

Baca juga: Imbas Corona, Garuda Indonesia Rumahkan 800 Karyawan Kontraknya

"Anda terpilih menjadi bagian generasi yang sedang diuji dan semua menjadi pilihan apakah Anda ingin menjadi generasi yang lebih matang, lebih cerdas, lebih peduli, lebih memiliki kecerdasan emosi, dan solidaritas sosial, atau tidak," sambungnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Di dalam Orasi Ilmiah Saya di hadapan para mahasiswa Magister Manajemen FEB UI pada hari Jumat, 15 Mei 2020, Saya menyampaikan materi mengenai Kebijakan Makroekonomi dan bagaimana teori tersebut diaplikasikan di dalam kebijakan Pemerintah Pusat dalam Menyiasati Pandemi Covid-19. Kebijakan fiskal harus mampu menjawab persoalan di dalam ekonomi secara responsif. Peran kebijakan fiskal untuk stabilisasi ekonomi ditunjukkan dengan melakukan counter cyclical melalui postur APBN. Kebijakan fiskal harus memiliki kredibilitas dengan cara membangun konsitensi untuk mencapai tujuan akhirnya, dengan menjaga keselarasan dan sinergitas kebijakan jangka pendek (KEM-PPKF APBN), jangka menengah dan panjang. Kebijakan fiskal juga harus memiliki kredibilitas untuk melakukan fungsi alokasi dan distribusi karena kondisi masyarakat tidak selalu sama. Dalam hal ini peran APBN akan banyak berpihak pada daerah tertinggal serta kelompok masyarakat miskin dan rentan. Lebih lanjut saya menjelaskan bagaimana kebijakan fiskal merespon pandemic Covid dengan berbagai stimulus fiskal. Kepada seluruh mahasiswa saya berpesan mengenai pentingnya Kerjasama yang baik antara akademisi, pemerintah, swasta, dan masyarakat. Sebagai penerus bangsa, mahasiswa adalah tunas-tunas calon pemimpin. Anda harus mampu memiliki kemampuan analisis, kecerdasan emosi, dan kepedulian sosial. Pandemi Covid-19 adalah tragedi yang mungkin terjadi sekali saja dalam hidup. Anda terpilih menjadi bagian generasi yang sedang diuji dan semua menjadi pilihan apakah Anda ingin menjadi generasi yang lebih matang, lebih cerdas, lebih peduli, lebih memiliki kecerdasan emosi, dan solidaritas sosial, atau tidak. Akan ada virus dimana-mana di seluruh dunia, tapi bagaimana orang merespon dan menyiasatinya itulah yang membuat sebuah negara berbeda satu sama lain. Mari kita terus berikhtiar untuk menemukan instrumen kebijakan yang terbaik dan terus berdoa semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memudahkan upaya kita menjaga Indonesia.

A post shared by Sri Mulyani Indrawati (@smindrawati) on May 17, 2020 at 12:59am PDT

Sri Mulyani berpesan kepada seluruh mahasiswa mengenai pentingnya kerja sama yang baik antara akademisi, pemerintah, swasta, dan masyarakat.

Selain itu generasi muda juga membutuhkan kemampuan analisis, kecerdasan emosi, dan kepedulian sosial.

"Akan ada virus di mana-mana di seluruh dunia, tapi bagaimana orang merespons dan menyiasatinya itulah yang membuat sebuah negara berbeda satu sama lain," kata dia.

Baca juga: Bank Dunia Kucurkan Pinjaman 700 Juta Dollar AS untuk Indonesia

Perempuan yang kerap disapa Ani itu mengajak masyarakat berikhtiar untuk menemukan instrumen kebijakan yang terbaik di tengah pendemi.

Selain itu, Sri Mulyani juga mengatakan memberikan penjelasan kepada para mahasiswa terkait kebijakan fiskal yang diambil pemerintah di tengah pendemi Covid-19.

Ia mengatakan kebijakan fiskal harus memiliki kredibilitas karena terkait dengan fungsi alokasi dan distribusi anggaran kepada masyarakat.

Sri Mulyani mengatakan, peran APBN akan banyak berpihak pada daerah tertinggal serta kelompok masyarakat miskin dan rentan.

"Kebijakan fiskal merespons pandemi covid dengan berbagai stimulus fiskal," ucapnya.

Baca juga: Usai Corona, Sri Mulyani Bebaskan PNS Kemenkeu Kerja dari Mana Saja, Ini Syaratnya

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X