Kuartal I 2020, Sampoerna Catat Laba Bersih Rp 3,32 Triliun

Kompas.com - 18/05/2020, 14:45 WIB
Penjual anggota Komunitas Ritel Sampoerna menunjukan stiker Program Pencegahan Akses Pembelian Rokok oleh Anak-anak (PAPRA) di bawah usia 18 tahun di Toko Mm - Qia di Cipete, Jakarta Selatan, Kamis (14/12/2017). KRISTIANTO PURNOMOPenjual anggota Komunitas Ritel Sampoerna menunjukan stiker Program Pencegahan Akses Pembelian Rokok oleh Anak-anak (PAPRA) di bawah usia 18 tahun di Toko Mm - Qia di Cipete, Jakarta Selatan, Kamis (14/12/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) mengumumkan hasil kinerja tahun 2019 dan kuartal I tahun 2020.

Sampoerna melaporkan peningkatan laba bersih pada kuartal I tahun 2020 sebesar 1,1 persen menjadi Rp 3,32 triliun dibandingkan tahun lalu.

Peningkatan laba bersih didorong beban biaya operasional yang tidak memberatkan. Sementara itu, pendapatan menurun 0,5 persen menjadi Rp 23,7 triliun, lantaran penurunan volume penjualan rokok, yang diimbangi sebagian kenaikan harga.

Baca juga: Tutup Sementara 2 Pabrik, Sampoerna Pastikan Karyawan Dapat Gaji dan THR

Pada kuartal I tahun 2020, pangsa pasar dan volume Sampoerna turun menjadi 30,3 persen dan 20,4 miliar unit.

Hal ini terutama disebabkan oleh merek Dji Sam Soe Magnum Mild, yang mencerminkan bahwa perokok dewasa lebih memilih untuk membeli merek-merek dengan harga sangat rendah dikarenakan selisih harga yang melebar.

Penurunan tersebut diimbangi sebagian oleh peningkatan pangsa pasar merek Sampoerna A yang menunjukkan berkurangnya selisih harga dengan merek-merek pesaing yang memiliki harga menengah dan rendah.

"Tahun 2020 akan menjadi tahun yang penuh tantangan bagi industri tembakau karena perekonomian telah menerima pukulan keras dengan adanya pandemi Covid-19. Selain itu, merek-merek kami juga terimbas dengan adanya kenaikan tarif cukai eksesif dengan rata-rata tertimbang sebesar 24 persen, serta kenaikan harga jual eceran eksesif dengan rata-rata tertimbang sebesar 46 persen," kata Mindaugas Trumpaitis, Presiden Direktur Sampoerna dalam keterangan tertulis, Senin (18/5/2020).

Baca juga: Lewat Kadin, Sampoerna Sumbang Rp 5 Miliar untuk Penanganan Covid-19

Sementara itu, untuk keseluruhan tahun 2019, Sampoerna membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 106,1 triliun dan laba bersih sebesar Rp 13,7 triliun.

Trumpaitis menjelaskan, profitabilitas bertumbuh karena didukung optimalisasi biaya, Perseroan juga melaporkan 32,2 persen pangsa pasar dan volume penjualan tahunan sebesar 98,5 miliar unit.

"Volume penjualan mengalami penurunan sebesar 2,9 persen, disebabkan oleh merek Sampoerna A yang berada di bawah tekanan dari selisih harga yang lebih lebar dengan segmen rokok harga rendah," ujar Trumpaitis.

 

Sampoerna memiliki 29,6 persen pangsa pasar di segmen sigaret kretek mesin, 57,2 persen pangsa pasar di segmen rokok putih, dan 36,3 persen pangsa pasar di segmen sigaret kretek tangan.

Perseroan pun mengumumkan dividen sebesar Rp 119,8 per saham untuk tahun 2019.

Langkah terkait Covid-19

Sejak munculnya wabah virus corona atau Covid-19, Trumpaitis menyatakan perseroan telah mengambil sejumlah langkah terkait dengan kelangsungan usaha.

“Dengan tidak adanya kejelasan mengenai kapan keadaan akan kembali normal, Perseroan terus menerapkan Praktik-praktik Manufaktur yang Baik," jelas dia.

Baca juga: HM Sampoerna Pastikan Produknya Tak Terpapar Covid-19

Perseroan juga telah menerapkan protokol keamanan, kesehatan dan sanitasi yang ketat sesuai yang dianjurkan pemerintah. Hal ini tidak hanya di seluruh pabrik, tetapi juga di gudang-gudang dan rantai pasokan.

"Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa bisnis dapat terus beroperasi dengan senormal mungkin seraya tetap menjaga kualitas tertinggi dan integritas merek produk-produk kami," kata Trumpaitis.

Ia memastikan Sampoerna berkomitmen untuk menjamin kestabilan ekonomi seluruh karyawan dan tidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja selama periode pandemi ini dan tetap memberikan gaji penuh, termasuk tunjangan hari raya.

Melihat dampak signifikan virus corona terhadap bisnis, Trumpaitis berharap pemerintah akan terus mendukung industri tembakau yang merupakan sumber penghasilan sekitar 6 juta orang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bangga Buatan Indonesia, Luhut Ajak Masyarakat Beli Sepeda Produk Lokal

Bangga Buatan Indonesia, Luhut Ajak Masyarakat Beli Sepeda Produk Lokal

Whats New
Covid-19 Bikin Bisnis Hotel dan Restoran di Jakarta Kian Merana

Covid-19 Bikin Bisnis Hotel dan Restoran di Jakarta Kian Merana

Whats New
5+ Rahasia dan Cara Mengatur Keuangan Freelancer Zaman Now

5+ Rahasia dan Cara Mengatur Keuangan Freelancer Zaman Now

Earn Smart
Tarif Tol Jakarta-Bandung Terbaru di 2021

Tarif Tol Jakarta-Bandung Terbaru di 2021

Spend Smart
Hati-hati, Ada Hoaks Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 12!

Hati-hati, Ada Hoaks Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 12!

Whats New
Pastikan Kelayakan Terbang Pesawat, Menhub Tinjau Ramp Check di Bandara Soetta

Pastikan Kelayakan Terbang Pesawat, Menhub Tinjau Ramp Check di Bandara Soetta

Whats New
Tarif Tol Terbaru dari Jakarta Menuju Semarang dan Surabaya di 2021

Tarif Tol Terbaru dari Jakarta Menuju Semarang dan Surabaya di 2021

Spend Smart
Satpam Wajib Miliki KTA dan Ijazah, Berapa Biaya Pembuatannya?

Satpam Wajib Miliki KTA dan Ijazah, Berapa Biaya Pembuatannya?

Work Smart
Cerita Orang Terkaya Paling Muda di India, Pernah Jualan HP Kini Punya Harta Rp 21,7 Triliun

Cerita Orang Terkaya Paling Muda di India, Pernah Jualan HP Kini Punya Harta Rp 21,7 Triliun

Work Smart
MONEY SEPEKAN:  6 Maskapai Indonesia yang Kini Tinggal Nama | Uni Eropa Tolak Sawit Indonesia, Butuh Nikelnya

MONEY SEPEKAN: 6 Maskapai Indonesia yang Kini Tinggal Nama | Uni Eropa Tolak Sawit Indonesia, Butuh Nikelnya

Whats New
Selain Kendaran Listrik, Ini Pendongkrak Melejitnya Harga Nikel

Selain Kendaran Listrik, Ini Pendongkrak Melejitnya Harga Nikel

Whats New
Elon Musk Sumbangkan 5 Juta Dollar AS untuk Akses Pendidikan Gratis

Elon Musk Sumbangkan 5 Juta Dollar AS untuk Akses Pendidikan Gratis

Whats New
Pasca Gempa Majene, Kemenhub Pastikan Pelayanan Penerbangan di Sulawesi Barat Normal

Pasca Gempa Majene, Kemenhub Pastikan Pelayanan Penerbangan di Sulawesi Barat Normal

Whats New
Utang Pemerintah Tembus Rp 6.000 Triliun

Utang Pemerintah Tembus Rp 6.000 Triliun

Whats New
Erick Thohir Minta 15 Persen Direksi BUMN Dijabat Perempuan

Erick Thohir Minta 15 Persen Direksi BUMN Dijabat Perempuan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X