Pusat Perbelanjaan Perlu Persiapan Sepekan Sebelum Pembukaan

Kompas.com - 18/05/2020, 20:29 WIB
Ilustrasi: Kondisi salah satu pusat perbelanjaan di Jawa Barat, kosong melompong pasca pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) wilaya. APPBI JabarIlustrasi: Kondisi salah satu pusat perbelanjaan di Jawa Barat, kosong melompong pasca pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) wilaya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Asosiasi Persatuan Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta Ellen Hidayat mengatakan, bila status Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) mulai dilonggarkan, pihak pengelola pusat belanja membutuhkan waktu satu minggu untuk mempersiapkannya.

Ellen Hidayat menuturkan pembukaan pusat perbelanjaan tidak bisa dilakukan serta-merta bila tenant-nya belum siap.

"Dibutuhkan maksimal sekitar satu minggu sebelum tanggal pembukaan dilakukan bagi para tenant untuk mempersiapkan karyawan dan juga bahan baku untuk kategori F&B (food and beverages) agar dapat memulai usahanya," ujar Ellen melalui keterangan tertulis, Senin (18/5/2020).

Baca juga: Kajian Awal Pemerintah: Mal dan Pasar Buka 8 Juni, Sekolah Mulai 15 Juni

APPBI DKI juga menantikan keputusan pelonggaran PSBB dari Gubernur Anies Baswedan agar dapat mempersiapkan pembukaan tenant-tenant di pusat perbelanjaan.

"Untuk itu kami juga minta agar Pemprov DKI dapat segera mengumumkan tentang masalah PSBB yang akan berakhir di tanggal 22 Mei ini, sehingga para tenant cukup waktu untuk memulai kembali usahanya," ujarnya.

Kendati demikian, pengelola pusat perbelanjaan tetap menerapkan Standar Operasi Prosedur (SOP) untuk memulai kembali operasional sesuai protokol kesehatan.

"Pada semua akses pintu masuk akan disediakan thermometer pengukur suhu tubuh. Semua karyawan mal dan karyawan tenant serta pengunjung wajib memakai masker," katanya.

"Semua karyawan mal dan tenant memakai bahan pelindung tubuh yang wajar sesuai dengan karakteristik jenis industrinya. Disiapkan hand sanitizer di beberapa akses dan juga area yang menjadi area umum," lanjut Ellen.

Baca juga: Asosiasi Peritel Minta Akses Ojek Online ke Mal Dipermudah, Kenapa?

Tak lupa, tetap menerapkan jaga jarak fisik (phsycal distancing) dengan memberikan tanda agar konsumen mengikuti tanda tersebut ketika ada antrean, baik di lift atau travelator maupun di  excalator dan di area lainnya. 

"Mengatur juga tempat duduk khususnya di area food court. Para tenant F&B juga diminta melakukan re-arrange peletakan meja dan kursi sehingga ada jarak. Pihak Pengelola mal juga masih akan terus melakukan disinfektan rutin terhadap area-area mal," jelasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X