Hemera Tawarkan Pembangunan Laboratorium Covid-19

Kompas.com - 18/05/2020, 23:01 WIB
Petugas kesehatan beraktivitas di ruang deteksi polymerase chain reaction (PCR) laboratorium biomolekuler Rumah Sakit Pelindo Husada Citra (PHC), Surabaya, Jawa Timur, Selasa (12/5/2020). Laboratorium biomolekuler PCR tersebut berfungsi untuk melakukan uji laboratorium virus corona atau COVID-19 melalui metode tes swab dengan kapasitas 500 tes perhari. ANTARA FOTO/Moch Asim/hp. ANTARA FOTO/Moch AsimPetugas kesehatan beraktivitas di ruang deteksi polymerase chain reaction (PCR) laboratorium biomolekuler Rumah Sakit Pelindo Husada Citra (PHC), Surabaya, Jawa Timur, Selasa (12/5/2020). Laboratorium biomolekuler PCR tersebut berfungsi untuk melakukan uji laboratorium virus corona atau COVID-19 melalui metode tes swab dengan kapasitas 500 tes perhari. ANTARA FOTO/Moch Asim/hp.

KOMPAS.com - Hemera Group bersama LG International dan Eone Laboratories menawarkan membangun laboratorium Covid-19 di Indonesia.

Hemera bersama dua perusahaan asal Korea Selatan itu membentuk sebuah perusahaan konsorsium yang mampu membangun laboratorium dalam waktu 10 minggu.

Dalam rilisnya, Hemera mengklaim laboratorium itu mampu melakukan polymerase chain reaction ( PCR) test sebanyak 4.000 orang per hari.

Selain Indonesia, Hemera, LG International, dan Eone Laboratories bekerja sama dengan pemerintah Malaysia untuk membangun laboratorium Covid-19.

Baca juga: Penanganan Wabah Covid-19, PCR dan Rapid Test Saling Melengkapi

Keseriusan Hemera dalam penanganan wabah Covid-19 salah satunya dengan melakukan take over salah satu perusahaan sarung tangan terbesar di Malaysia, dengan produksi 150 juta per bulan.

Selama ini, Hemera telah memasok rapid test kits merk Sugentech & SD Biosensor, PCR merk Biosewoon dan perlengkapan alat pelindung diri (APD) termasuk Masker 3M ke berbagai negara, seperti Indonesia, Malaysia, Singapore, India, Jepang, dan Amerika Serikat.

“Kami telah terikat dengan beberapa produsen dan eksportir Korea dan Cina yang expert dalam hal persediaan alat- alat kesehatan,” kata President Director of Hemera Group, Deepayan Mohanty, dalam pernyataan tertulis, Senin (18/5/2020).

Baca juga: Kemristek Kembangkan Alat Rapid Test dan PCR Berbasis Virus Lokal

Ia mengatakan, alat kesehatan tersebut memiliki sertifikasi resmi dari pihak berwenang seperti FDA, ISO, dan sesuai standar dari WHO.

“Kami akan teliti terlebih dahulu kualitas produknya, sebelum kami tawarkan ke pembeli melalui manajemen rantai suplai super cepat,” ujarnya.

Hemera mengatakan, produk alat kesehatan selalu siap didistribusikan dengan tepat waktu.

“Karena dalam kondisi wabah seperti ini, semua negara membutuhkan barang yang sama,” ucapnya.

Sebagai infromasi, Badan Kesehatan Dunia (WHO) sendiri telah menyatakan bahwa Covid-19 sebagai pandemi pada 11 Maret 2020 lalu. Hingga kini, belum ada vaksin atau obat untuk Covid-19. Oleh karena itu, uji klinis untuk dapat mengatasi wabah Covid-19 masih perlu dilakukan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X