Pasca-pelonggaran PSBB, Menperin Targetkan Industri Manufaktur Pulih dalam 3 Bulan

Kompas.com - 19/05/2020, 13:21 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memimpin rapat koordinasi di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (30/12/2019). Dok HUMAS KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memimpin rapat koordinasi di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (30/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pihaknya akan memacu industri manufaktur yang paling terdampak oleh pandemi virus corona (Covid-19) saat status pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dicabut.

"Setelah nanti kita akan melonggarkan pembatasan dan mungkin pada saatnya nanti virus corona sudah keluar dari Bumi Pertiwi maka industri-industri suffer atau sangat berat terdampaknya ini bisa pulih lebih cepat," katanya dalam konferensi virtual, Selasa (19/5/2020).

"Tentu upaya kita ini bisa mengawal ekonomi Indonesia yang di dalamnya terdapat industri manufaktur bisa menjadi ekonomi yang pulih lebih cepat dibanding negara-negara yang menjadi kompetitor kita," lanjut Agus Gumiwang.

Baca juga: New Normal, Pemerintah Pastikan Tak Ada Pelonggaran PSBB dalam 2 Pekan ke Depan

Dia menargetkan, tiga bulan industri manufaktur akan mulai pulih usai pelonggaran PSBB nanti.

"Harapannya, dalam waktu tiga bulan setelah PSBB berakhir atau dicabut, kami menargetkan PMI dan mendorong agar bisa kembali pada level 51,9 di mana level itu terjadi pada Februari 2020," ucapnya.

Negara-negara seperti India dan Bangladesh, lanjut Menperin, saat ini tengah mengebut kegiatan pembangunan industri manufaktur sehingga Indonesia tidak mau tersalip oleh kedua negara tersebut.

"India, Bangladesh sekarang lagi giat-giatnya membangun industri manufaktur. Kita harapkan ketika kita nanti melakukan pelonggaran-pelonggaran atau pengurangan dari pembatasan, industri kita bisa membantu perekonomian pulih lebih cepat," ujarnya.

Baca juga: PLN Tengah Matangkan Skenario New Normal

Menperin berpendapat, selama diberlakukannya bekerja dari rumah (work from home/WFH), justru membuat pekerjaan lebih efisien dan efektif.

"Kami menyadari, saat ini adalah momentum yang tepat untuk menggulirkan semangat kita dalam membangkitkan industri manufaktur. Dalam waktu tiga bulan ini kita telah belajar menyesuaikan aktivitas bisa dilaksanakan lebih efisien dan efektif. Jujur saja beberapa dari kita semua melakukan WFH. Dari berbagai macam studi, WFH ini tidak mengurangi output, malah lebih efisien dan efektif," ujarnya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X