Kenapa Bansos Perlu Diperluas? Ini Alasannya

Kompas.com - 19/05/2020, 20:02 WIB
Warga membawa bingkisan berupa bantuan sosial dari Presiden di Cibeunying Kidul, Bandung, Jawa Barat, Senin (04/05). ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISIWarga membawa bingkisan berupa bantuan sosial dari Presiden di Cibeunying Kidul, Bandung, Jawa Barat, Senin (04/05).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan dukungan tambahan anggaran untuk membantu mengurangi dampak wabah virus corona, terhadap masyarakat miskin dan rentan miskin. Dukungan ini diberikan dalam bentuk perluasan subsidi bantuan sosial (bansos) pada program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Perluasan program bansos tersebut diberikan untuk membantu mendorong konsumsi masyarakat, terutama kelompok masyarakat miskin dan paling rentan. Adapun anggaran yang disiapkan adalah sebesar Rp 172,10 triliun.

Ekonom Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai, perluasan pemberian bantuan subsidi ini memang berpotensi dapat membantu kelompok masyarakat menengah ke bawah.

Baca juga: DJSN Nilai Kenaikan Iuran BPJS Bagian dari Perbaikan Sistemik

"Namun, penambahan subsidi ini juga perlu dibarengi dengan pemutakhiran data terpadu program penanganan fakir miskin (DTPPFM), karena data inilah yang akan menentukan tepat atau tidaknya sasaran program perluasan bansos," kata Rendy kepada Kontan.co.id, Senin (18/5/2020).

Yusuf melanjutkan, kecukupan subsidi ini juga perlu dikombinasikan dengan bantuan lain agar dapat mendorong konsumsi masyarakat. Misalnya, seperti perluasan bansos kepada kelompok masyarakat rentan miskin dan hampir miskin yang berada di luar garis kemiskinan.

Ia menjelaskan, jumlah kelompok rentan miskin dan hampir miskin saat ini mencapai sekitar 60 juta penduduk. Jadi kemampuan perluasan bansos yang diberikan pemerintah untuk mendorong konsumsi akan tergantung pada jumlah nominal dan penerima bantuan.

"Seperti misalnya bansos tunai non-jabodatabek yang dipatok Rp 600.000, untuk beberapa daerah sepertinya Yogyakarta misalnya mungkin akan relatif cukup, tetapi kalau kota besar seperti Surabaya tentu kisaran Rp 600 ribu relatif kurang. Pasalnya, biaya hidup di setiap kota kan berbeda," papar Yusuf.

Baca juga: Pemberian Bansos Diperpanjang hingga Desember 2020

Halaman:


Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penukaran Uang Rp 75.000 Bisa Dilakukan di 9.000 Kantor Cabang Bank

Penukaran Uang Rp 75.000 Bisa Dilakukan di 9.000 Kantor Cabang Bank

Whats New
Mengenal Model Bisnis IFG Life, Perusahaan Asuransi Penyelamat Jiwasraya

Mengenal Model Bisnis IFG Life, Perusahaan Asuransi Penyelamat Jiwasraya

Whats New
Menkop Teten: Sertifikasi Halal Bisa Tingkatkan Omzet Penjualan UMKM

Menkop Teten: Sertifikasi Halal Bisa Tingkatkan Omzet Penjualan UMKM

Whats New
Akan Jadi 'Penyelamat' Jiwasraya, Ini Model Bisnis IFG Life

Akan Jadi "Penyelamat" Jiwasraya, Ini Model Bisnis IFG Life

Whats New
Orang Kaya Beli Perhiasan di Tengah Pandemi, Penjualan Cincin Berlian AS Melonjak

Orang Kaya Beli Perhiasan di Tengah Pandemi, Penjualan Cincin Berlian AS Melonjak

Whats New
Upah Minimum 2021 Bakal Lebih Rendah dari Tahun 2020

Upah Minimum 2021 Bakal Lebih Rendah dari Tahun 2020

Whats New
Lawan Dominasi Asuransi Asing, Holding BUMN Asuransi Resmi Dibentuk

Lawan Dominasi Asuransi Asing, Holding BUMN Asuransi Resmi Dibentuk

Whats New
Selain Nasabah Jiwasraya, IFG Life Juga Incar Karyawan BUMN

Selain Nasabah Jiwasraya, IFG Life Juga Incar Karyawan BUMN

Whats New
Wamen BUMN Prediksi Penyaluran Kredit Mulai Positif di Kuartal IV-2020

Wamen BUMN Prediksi Penyaluran Kredit Mulai Positif di Kuartal IV-2020

Whats New
Pemerintah Gelar Pelatihan Pemasaran dan Manajemen Produk Halal UMKM

Pemerintah Gelar Pelatihan Pemasaran dan Manajemen Produk Halal UMKM

Whats New
Kuartal III-2020, BTPN Syariah Salurkan Pembiayaan Produktif Rp 9,1 Triliun

Kuartal III-2020, BTPN Syariah Salurkan Pembiayaan Produktif Rp 9,1 Triliun

Whats New
Lembaga Pengelola Investasi Ditargetkan Beroperasi Januari 2021

Lembaga Pengelola Investasi Ditargetkan Beroperasi Januari 2021

Whats New
Peserta Kartu Prakerja Gelombang 9 Belum Beli Pelatihan, Kepesertaan Bisa Dicabut

Peserta Kartu Prakerja Gelombang 9 Belum Beli Pelatihan, Kepesertaan Bisa Dicabut

Whats New
Sistem Pensiun Indonesia Grade C, Sama dengan Korsel dan Spanyol

Sistem Pensiun Indonesia Grade C, Sama dengan Korsel dan Spanyol

Whats New
Ada Gadai Efek, Pinjaman ke Pegadaian Bisa hingga Rp 20 Miliar

Ada Gadai Efek, Pinjaman ke Pegadaian Bisa hingga Rp 20 Miliar

Earn Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X