Luhut Lihat Karakter Asli Bangsa Indonesia Muncul Saat Pandemi Covid-19

Kompas.com - 20/05/2020, 08:14 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memberikan keterangan pers saat Coffee Morning di Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Selasa (25/2/2020). Humas Kemenko Maritim dan InvestasiMenko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memberikan keterangan pers saat Coffee Morning di Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Selasa (25/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengamati aktivitas masyarakat selama pandemi virus corona (Covid-19). Dia menilai, karakter asli masyarakat Indonesia mulai nampak yakni berjiwa solidaritas.

"Di sela-sela rutinitas WFH (work from home) yang sudah beberapa bulan saya lakukan di tengah pandemi, saya melihat ada sebuah gerakan baik yang rasanya layak untuk kita semua dukung dan apresiasi. Gerakan ini yang pasti sangat membantu pemerintah dalam menyebarluaskan Jaring Pengaman Sosial untuk masyarakat Indonesia," tulisnya di Instagram story pribadinya, Selasa (19/5/2020).

"Gerakan baik berupa solidaritas kepada mereka yang hidupnya sulit di tengah pandemi seperti ini menurut saya luar biasa. Karena hal ini menunjukkan karakter asli bangsa Indonesia yang dibentuk oleh rasa persaudaraan yang kuat lewat gotong royong dan saling tenggang rasa yang lekat antar sesama anak bangsa," sambung dia.

Baca juga: Indonesia Pasar Menggiurkan Alat Kesehatan, Sayangnya Bergantung Impor

Jiwa solidaritas ini menurut Luhut yakni aksi donasi untuk membantu para warga yang kurang mampu.

Ia mengatakan, donasi itu muncul mulai dari media cetak, media elektronik, pengusaha, organisasi kemanusiaan hingga organisasi keagamaan.

Bahkan kata Luhut, investor asing pun ikut berdonasi untuk masyarakat.

Baca juga: Indonesia Diyakini Akan Jadi Pemimpin Ekonomi Syariah Global

"Saya pun sering dihubungi oleh beberapa relasi saya dahulu sesama pengusaha ataupun atas nama perusahaan, mereka menawarkan bantuan kepada saya berupa sembako untuk bisa didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Sumbangan tersebut juga datang dari perusahaan-perusahaan asing yang berinvestasi di Indonesia," ujarnya.

Selama pandemi Covid-19, pemerintah juga mengalokasikan beragam bantuan sosial. Dia menyebut, ada sekitar tujuh bantuan sosial yang disiapkan dan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Bansos tersebut yakni Bansos Khusus, Program Keluarga Harapan, Kartu Prakerja, Kartu Sembako, PIP/KIP, Program Padat Karya Tunai dan subsidi listrik. Harapannya, masyarakat dapat terus terus bertahan selama pandemi Covid-19.

Baca juga: 392.338 Korban PHK Tercatat Jadi Peserta Kartu Prakerja



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bank BJB Sediakan Fitur Bayar Zakat Lewat Digi Cash

Bank BJB Sediakan Fitur Bayar Zakat Lewat Digi Cash

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Antara Faktor Fungsional, Estetika, dan Emosional dalam Hobi Koleksi Barang

[KURASI KOMPASIANA] Antara Faktor Fungsional, Estetika, dan Emosional dalam Hobi Koleksi Barang

Rilis
Pengusaha yang Kena Sanksi Administratif, Bukan Berarti Hilang Kewajiban Bayar THR

Pengusaha yang Kena Sanksi Administratif, Bukan Berarti Hilang Kewajiban Bayar THR

Whats New
Harga Kedelai Dunia Alami Kenaikan, Harga Tahu dan Tempe Masih Stabil

Harga Kedelai Dunia Alami Kenaikan, Harga Tahu dan Tempe Masih Stabil

Whats New
Update Jadwal CPNS 2021 dan Pengumuman Pembukaan Formasi Khusus

Update Jadwal CPNS 2021 dan Pengumuman Pembukaan Formasi Khusus

Whats New
Ada 29.296 Orang Lakukan Perjalanan Non-Mudik di Hari Kedua Larangan Mudik

Ada 29.296 Orang Lakukan Perjalanan Non-Mudik di Hari Kedua Larangan Mudik

Whats New
Viral Video Jokowi Terkait Babi Panggang Ambawang, Ini Penjelasan Mendag

Viral Video Jokowi Terkait Babi Panggang Ambawang, Ini Penjelasan Mendag

Whats New
Tanah di Desa Cibodas, Purwakarta, Sering Kehilangan Air, Kementan Laksanakan Program RJIT

Tanah di Desa Cibodas, Purwakarta, Sering Kehilangan Air, Kementan Laksanakan Program RJIT

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Mengapa Kita Suka Bergosip dan Bisakah Melatih Diri agar Berjarak dengan Gosip?

[KURASI KOMPASIANA] Mengapa Kita Suka Bergosip dan Bisakah Melatih Diri agar Berjarak dengan Gosip?

Rilis
Video Jokowi Promosikan Bipang Ambawang Viral, Mendag Minta Maaf

Video Jokowi Promosikan Bipang Ambawang Viral, Mendag Minta Maaf

Whats New
BUMDes Ini Kelola Pertashop, 22 Bulan Bisa Balik Modal

BUMDes Ini Kelola Pertashop, 22 Bulan Bisa Balik Modal

Whats New
Simak Lagi Beda Nasib PPPK dan CPNS Usai Lulus Seleksi ASN 2021

Simak Lagi Beda Nasib PPPK dan CPNS Usai Lulus Seleksi ASN 2021

Whats New
Ternyata Ini Cara Petugas Mengetahui Kendaraan Pemudik atau Bukan

Ternyata Ini Cara Petugas Mengetahui Kendaraan Pemudik atau Bukan

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Kiat Atasi Mabuk Perjalanan | Cara Memilih Hotel untuk Liburan | Selagi Muda Perbanyaklah Traveling

[KURASI KOMPASIANA] Kiat Atasi Mabuk Perjalanan | Cara Memilih Hotel untuk Liburan | Selagi Muda Perbanyaklah Traveling

Rilis
WN China Masuk Indonesia untuk Mengerjakan Proyek Strategis

WN China Masuk Indonesia untuk Mengerjakan Proyek Strategis

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X