Pertumbuhan Ekonomi AS Bisa Anjlok 38 Persen Akibat Pandemi Covid-19

Kompas.com - 20/05/2020, 10:01 WIB
Seorang warga mengibarkan bendera Amerika saat protes atas perpanjangan perintah tetap berada di rumah untuk memperlambat penyebaran penyakit virus corona (Covid-19) di gedung Capitol di Olympia, Washington, Amerika Serikat, Minggu (19/4/2020). Berdasarkan data Johns Hopkins University, hingga Selasa (21/4/2020), AS masih menjadi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi dunia mencapai 787.794 dengan korban meninggal 42.362. ANTARA FOTO/REUTERS/LINDSEY WASSSeorang warga mengibarkan bendera Amerika saat protes atas perpanjangan perintah tetap berada di rumah untuk memperlambat penyebaran penyakit virus corona (Covid-19) di gedung Capitol di Olympia, Washington, Amerika Serikat, Minggu (19/4/2020). Berdasarkan data Johns Hopkins University, hingga Selasa (21/4/2020), AS masih menjadi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi dunia mencapai 787.794 dengan korban meninggal 42.362.
|

KOMPAS.com - Badan Anggaran Kongres Amerika Serikat (The Congressional Budget Office/CBO) merilis prediksi pertumbuhan ekonomi AS yang suram.

Dalam proyeksi terbarunya, CBO melihat Produk Domestik Bruto (PDB) turun 38 persen secara tahunan (yoy) di kuartal II-2020, diikuti dengan 26 juta lebih penduduk menganggur.

Perkiraan ini sejalan dengan prediksi ekonom Wall Street, dan sedikit lebih positif dibanding prediksi The Federal Reserve (The Fed) dari Atlanta. The Fed Atlanta memprediksi ekonomi turun 42 persen pada kuartal II 2020.

Baca juga: Luhut Lihat Karakter Asli Bangsa Indonesia Muncul Saat Pandemi Covid-19

Jika prospek akurat, maka angka itu akan mewakili penurunan terburuk ekonomi AS yang terpukul akibat virus corona.

"Ekonomi diperkirakan akan mulai pulih pada paruh kedua tahun 2020, karena kekhawatiran pandemi berkurang dan pemerintah negara bagian maupun lokal akan mengurangi pembatasan sosial (lockdown)," kata CBO dikutip CNBC, Rabu (20/5/2020).

CBO menyebut, jumlah lapangan pekerjaan baru akan meningkat secara material pada kuartal III-2020. Sebab kebijakan physical distancing akan berkurang.

"Namun, untuk saat ini aktifitas ekonomi dan pasar bursa tenaga kerja akan tertekan beberapa waktu lagi karena masih ada jarak sosial," ungkap CBO.

Baca juga: Indonesia Diyakini Akan Jadi Pemimpin Ekonomi Syariah Global

Apalagi, penurunan aktifitas ekonomi berangsur lebih cepat sehingga kedalaman penurunan ekonomi masih belum pasti karena fluktuasi masih terus berlangsung.

Sementara itu, kongres sendiri telah mempersiapkan anggaran penyelamatan sebesar 3 triliun dollar AS untuk masyarakat dan sektor usaha.

Angka itu tentu saja meningkatkan defisit sebesar 2,1 triliun dollar AS pada tahun fiskal 2020 dan 600 miliar dollar AS pada tahun 2021. Levelnya setara dengan sekitar 11 persen dari PDB nominal pada tahun fiskal 2020 dan 3 persen pada tahun 2021.

Baca juga: 2,09 Juta Orang di Inggris Ajukan Klaim Tunjangan Pengangguran

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber CNBC
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Manfaatkan Ceker Ayam Jadi Sepatu, Bisnis Ini Bisa Bertahan di Tengah Pandemi

Manfaatkan Ceker Ayam Jadi Sepatu, Bisnis Ini Bisa Bertahan di Tengah Pandemi

Whats New
Curhatan Sri Mulyani, Sulitnya Membuat Kebijakan Ditengah Pandemi

Curhatan Sri Mulyani, Sulitnya Membuat Kebijakan Ditengah Pandemi

Whats New
Menteri Edhy Bantah Terlibat Tentukan Eksportir Benih Lobster

Menteri Edhy Bantah Terlibat Tentukan Eksportir Benih Lobster

Whats New
Presiden Marah soal Anggaran Kesehatan, Datanya Benarkah?

Presiden Marah soal Anggaran Kesehatan, Datanya Benarkah?

Whats New
Tesla Jadi Perusahaan Otomotif Paling Bernilai di Dunia, Kekayaan Elon Musk Naik 21 Miliar Dollar AS

Tesla Jadi Perusahaan Otomotif Paling Bernilai di Dunia, Kekayaan Elon Musk Naik 21 Miliar Dollar AS

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Membedah Pajak Netflix | Cerita Pekerja Proyek | 'Body Shaming' di Sekitar Kita

[POPULER DI KOMPASIANA] Membedah Pajak Netflix | Cerita Pekerja Proyek | "Body Shaming" di Sekitar Kita

Rilis
Sinar Mas Beri Edukasi Lingkungan kepada Masyarakat melalui Festival Hijau BSD City ke-17

Sinar Mas Beri Edukasi Lingkungan kepada Masyarakat melalui Festival Hijau BSD City ke-17

Rilis
Menko Airlangga Optimistis Pemulihan Ekonomi Makin Cepat pada Kuartal III-2020

Menko Airlangga Optimistis Pemulihan Ekonomi Makin Cepat pada Kuartal III-2020

Whats New
Mengenal Eigendom, Bukti Kepemikan Tanah Warisan Belanda

Mengenal Eigendom, Bukti Kepemikan Tanah Warisan Belanda

Whats New
OJK Disarankan Jadi Pengawas Pasar Modal dan Industri Keuangan Non-bank Saja

OJK Disarankan Jadi Pengawas Pasar Modal dan Industri Keuangan Non-bank Saja

Whats New
Tips Karier Sukses, Begini Cara Dekat dengan Atasan Tanpa Menjilat

Tips Karier Sukses, Begini Cara Dekat dengan Atasan Tanpa Menjilat

Work Smart
Kementan Alokasikan 15.320 Ton Pupuk Subsidi untuk Bulukumba

Kementan Alokasikan 15.320 Ton Pupuk Subsidi untuk Bulukumba

Rilis
Negara-Negara Ini Jalankan Sistem Pengawasan Bank di Bawah Bank Sentral

Negara-Negara Ini Jalankan Sistem Pengawasan Bank di Bawah Bank Sentral

Whats New
Persaingan Antar-bank BUMN yang Jadi Sorotan Erick Thohir

Persaingan Antar-bank BUMN yang Jadi Sorotan Erick Thohir

Whats New
Dihantam Pandemi, Maskapai Air France Pangkas 7.500 Karyawan

Dihantam Pandemi, Maskapai Air France Pangkas 7.500 Karyawan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X