Besaran Zakat Fitrah Uang Tunai di Jakarta dan Jawa Barat Lengkap

Kompas.com - 20/05/2020, 18:04 WIB
Besaran zakat fitrah 2020 shutterstockBesaran zakat fitrah 2020

JAKARTA, KOMPAS.com - Lebaran Idul Fitri 1441 tinggal menghitung hari. Di penghujung bulan Ramadhan ini, umat Muslim diingatkan untuk membayar zakat fitrah yang hukumnya wajib dan dibayar setahun sekali.

Zakat ini dibayarkan dalam bentuk makanan pokok yang harus dilakukan sebelum batas akhir atau sebelum waktu shalat Idul Fitri. Besaran zakat fitrah 2020 yakni 2,5 kilogram beras atau makanan pokok lain.

Direktur Utama Badan Amil Zakat Nasional ( Baznas), Mohamad Arifin Purwakananta, mengatakan untuk DKI Jakarta perhitungan zakat fitrah 2020 yang dibayarkan dengan uang tunai yakni sebesar Rp 40.000 sampai Rp 50.000.

Besaran zakat fitrah ini berpedoman pada harga bahan pokok berupa beras untuk berat 2,5 kilogram atau setara dengan 3,5 liter.

Baca juga: Ini Cara Bayar Zakat Fitrah di Aplikasi Gojek

"Standar yang dipakai dalam zakat fitrah 2,5 kilogram beras dengan harga beras setempat. Artinya untuk Jakarta dan sekitarnya, kalau bayar zakat fitrah dengan uang tunai yakni sebesar range Rp 40.000 - 50.000 per orang," jelas Arifin kepada Kompas.com, Rabu (20/5/2020).

Menurut dia, jumlah beras yang dibayarkan untuk zakat fitrah yakni berlaku sama di daerah manapun di Indonesia. Namun untuk pembayaran dengan uang tunai, besarannya berbeda-beda sesuai dengan harga beras atau makanan pokok lainnya di wilayah tersebut.

Standar pembayaran zakat fitrah ini dijelaskan dalam SK Ketua Baznas Nomor 27 Tahun 2020 tentang Nilai Zakat Fitrah dan Fidyah ( bayar zakat fitrah 2020 atau zakat fitrah 2020 berapa).

Di Jakarta, dengan standar zakat fitrah uang tunai Rp 40.000, jika dalam sebuah keluarga terdapat 3 orang, berarti zakat yang dikeluarkan sebesar Rp 120.000.

Baca juga: Kriteria yang Disebut Miskin Sebagai Penerima Zakat

Sementara itu, berdasarkan standar yang ditetapkan Baznas, berikut besaran zakat fitrah uang tunai di Jawa Barat per kota dan kabupaten selengkapnya:

  1. Kota Bandung Rp 30.000
  2. Kab Bandung Rp 30.000
  3. Kota Cimahi Rp 30.000
  4. Kab. Bandung Barat Rp 30.000
  5. Kab. Cianjur Rp 30.000 atau Rp 40.000
  6. Kab. Sukabumi Rp 27.500
  7. Kota Sukabumi Rp 30.000
  8. Kab. Bogor Rp 35.000
  9. Kota Bogor Rp 35.000
  10. Kota Depok Rp 37.500
  11. Kab. Bekasi Rp 40.600
  12. Kota Bekasi Rp 40.000
  13. Kab. Karawang Rp 32.000
  14. Kab. Purwakarta Rp 30.000
  15. Kab. Subang Rp 27.500
  16. Kab. Sumedang Rp 30.000
  17. Kab. Garut Rp 30.000
  18. Kab. Tasikmalaya Rp 28.750
  19. Kota Tasikmalaya Rp 30.000
  20. Kab. Majalengka Rp 27.500
  21. Kab. Kuningan Rp 30.000
  22. Kab. Indramayu Rp 30.000
  23. Kab. Cirebon Rp 27.500
  24. Kota Cirebon Rp 35.000
  25. Kab. Ciamis Rp 30.000
  26. Kota Banjar Rp 25.000
  27. Kab. Pangandaran Rp 25.000.

Lalu contoh daerah lain seperti Banten yakni Rp 30.000, DIY Rp 30.000. Begitupun untuk wilayah lainnya, disesuaikan mengikuti harga 2,5 kilogram beras atau makanan pokok lain di daerahnya masing-masing.

Kategori penerima zakat

Untuk penerima zakat, kriterianya yakni mereka yang tergolong miskin. Namun begitu, kriteria miskin untuk penerima zakat berbeda dengan defisini miskin versi pemerintah atau BPS.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Maybank Bakal Ganti Uang Winda Earl Rp 16,8 Miliar, Bagaimana Sisanya?

Maybank Bakal Ganti Uang Winda Earl Rp 16,8 Miliar, Bagaimana Sisanya?

Whats New
Komisi IV DPR Sudah Ingatkan Edhy Prabowo Terkait Ekspor Benih Lobster

Komisi IV DPR Sudah Ingatkan Edhy Prabowo Terkait Ekspor Benih Lobster

Whats New
 Kendala Penyaluran Subsidi Gaji, Rekening Penerima Bermasalah hingga Data Tak Lengkap

Kendala Penyaluran Subsidi Gaji, Rekening Penerima Bermasalah hingga Data Tak Lengkap

Whats New
BPJS Kesehatan Serahkan 1,7 Juta Data Peserta Bermasalah ke Kemensos

BPJS Kesehatan Serahkan 1,7 Juta Data Peserta Bermasalah ke Kemensos

Whats New
Menaker: Subsidi Gaji Sudah Tersalur Rp 21,8 Triliun

Menaker: Subsidi Gaji Sudah Tersalur Rp 21,8 Triliun

Whats New
Edhy Prabowo Sempat Menyatakan Siap Diaudit Terkait Ekspor Benih Lobster

Edhy Prabowo Sempat Menyatakan Siap Diaudit Terkait Ekspor Benih Lobster

Whats New
Sebelum Ditangkap, Edhy Prabowo Sudah Diingatkan Soal Ekspor Lobster

Sebelum Ditangkap, Edhy Prabowo Sudah Diingatkan Soal Ekspor Lobster

Whats New
Sepekan Sebelum Ditangkap, Menteri Edhy Sempat Sindir Kebijakan Susi Pudjiastuti

Sepekan Sebelum Ditangkap, Menteri Edhy Sempat Sindir Kebijakan Susi Pudjiastuti

Whats New
Mendag Yakin Peningkatan Perdagangan Batu Bara Bisa Dorong Perekonomian

Mendag Yakin Peningkatan Perdagangan Batu Bara Bisa Dorong Perekonomian

Whats New
Mau Beli Valas? Cek Dulu Kurs Rupiah Hari Ini di Lima Bank

Mau Beli Valas? Cek Dulu Kurs Rupiah Hari Ini di Lima Bank

Whats New
Polemik Perusahaan Kader Gerindra di Pusaran Ekspor Benih Lobster

Polemik Perusahaan Kader Gerindra di Pusaran Ekspor Benih Lobster

Whats New
PT Geo Dipa Energi Buka Lowongan untuk Lulusan S1, Tertarik?

PT Geo Dipa Energi Buka Lowongan untuk Lulusan S1, Tertarik?

Whats New
Begini Konsep Sementara Penerapan Kelas Standar BPJS Kesehatan

Begini Konsep Sementara Penerapan Kelas Standar BPJS Kesehatan

Whats New
Kontroversi Ekspor Benih Lobster yang Berujung Penangkapan Menteri Edhy

Kontroversi Ekspor Benih Lobster yang Berujung Penangkapan Menteri Edhy

Whats New
Kala Edhy Prabowo Bantah Terlibat Penunjukan Eksportir Losbter

Kala Edhy Prabowo Bantah Terlibat Penunjukan Eksportir Losbter

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X