KPPU: Harga Gula Mahal, Pelaku Usaha Petani Rakyat Tak Nikmati Untung

Kompas.com - 20/05/2020, 19:36 WIB
Ilustrasi gula ShuterstockIlustrasi gula

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru bicara Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Guntur Saragih mengatakan, pelaku usaha gula efisien lebih diuntungkan dengan keberadaan harga acuan penjualan yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 12.500 per kilogram (kg).

Hal ini terjadi juga pada importir gula kristal putih, baik gula kristal putih langsung atau melalui raw sugar yang diolah yang harga pokok produksinya juga rendah.

"Pelaku usaha  petani rakyat tidak pada bagian yang paling menikmati (keuntungan). Kenaikan ini justru paling dinikmati oleh pelaku usaha besar nasional dan pelaku usaha importir, dikarenakan adanya selisih harga yang begitu besar," katanya melalui konferensi video, Rabu (20/5/2020).

Baca juga: 28.200 Ton Gula Asal India Akan Masuk Indonesia Pada Awal Juni 2020

Keuntungan tersebut makin signifikan dengan harga pasar yang tinggi saat ini. Guntur mencontohkan, dengan kemampuan biaya produksi pabrik paling efisien yang berkisar Rp 6.000 per kg, dibandingkan dengan harga pasar saat ini yang mencapai Rp 17.500 per kg, keuntungannya dapat mencapai 190 persen.

" Harga gula di Indonesia saat ini jauh berada di atas harga acuan penjualan di level konsumen, dan bahkan jauh lebih tinggi dibandingkan harga internasional," ujarnya.

Sebelumnya KPPU menyampaikan, berdasarkan data Organisasi Gula Internasional, harga gula nasional dapat mencapai 240-260 persen lebih tinggi dibandingkan harga internasional pada bulan April dan Mei 2020.

Perlu diketahui, harga gula internasional dalam 1 tahun belakangan ini cenderung stabil di harga Rp 5.000-Rp 6.000 per kg.

Baca juga: Mendag Minta Tak Ada Lagi yang Jual Gula di Atas Rp 12.500 per kg

Beberapa indikator harga internasional menunjukkan dua bulan terakhir, Maret dan April 2020 adanya tren penurunan yang signifikan. 

Untuk itu, pemerintah perlu memberikan kebijakan yang mendukung petani tebu agar mereka mendapatkan hasil yang menguntungkan. 

"KPPU menilai biaya yang ditanggung oleh konsumen untuk membayar lebih tinggi jauh lebih besar dibandingkan dengan biaya pemerintah untuk melakukan optimalisasi produktifitas industri gula petani rakyat," katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X